CIANJURUPDATE.COM – Cuaca ekstrem berupa angin kencang dilaporkan menyapu 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Cianjur selama dua hari berturut-turut. Fenomena alam ini memicu belasan insiden pohon tumbang yang menimpa hunian warga hingga melumpuhkan akses transportasi di sejumlah titik.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur, Iwan Karyadi, mengungkapkan bahwa intensitas angin kencang ini tercatat terjadi sebanyak 18 kali dalam kurun waktu 48 jam.
BACA JUGA: Optimalkan Layanan Kedaruratan, BPBD Cianjur Gerak Cepat Tangani Tiga Insiden dalam Satu Malam
Berdasarkan data BPBD, wilayah yang terdampak meliputi 11 kecamatan yang tersebar dari wilayah perkotaan hingga selatan Cianjur. Wilayah tersebut di antaranya, Cianjur Kota, Karangtengah, dan Cilaku, Cugenang, Mande, Cibeber, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Takokak, dan Sukanagara.
“Itu terjadi dalam dua hari berturut-turut, Sabtu (24/1/2026) hingga Minggu (25/1/2026). 10 kecamatan tersebut antara lain Cugenang, Karangtengah, Cibeber, Naringgul, Pagelaran, Pasirkuda, Cianjur, Cilaku, Takokak, Mande, dan Sukanagara,” ujar Iwan saat dikonfirmasi, Selasa (27/1/2026).
BACA JUGA: BPBD Cianjur dan Provinsi Jabar Tinjau Kerusakan Sayap Jembatan Cianjur Girang
Meskipun tidak ada laporan korban jiwa dalam laporan awal, dampak material cukup signifikan. Pohon-pohon besar yang tidak kuat menahan laju angin dilaporkan tumbang dan merusak bangunan di bawahnya.
“Hampir dari sejumlah kecamatan yang dilanda angin kencang itu memicu terjadinya pohon tumbang, dan belasan rumah memang ada yang tertimpa sehingga mengalami kerusakan. Namun jumlah pastinya kami masih melakukan pendataan,” ungkap Iwan.
Guna mempercepat proses evakuasi dan pembersihan material pohon yang menutupi badan jalan, BPBD telah mengerahkan ratusan personel lapangan.
BACA JUGA: Optimalkan Layanan Kedaruratan, BPBD Cianjur Gerak Cepat Tangani Tiga Insiden dalam Satu Malam
“Semuanya Alhamdulillah sudah ditangani oleh Retana (Relawan Tangguh Bencana) dan bantuan seluruh masyarakat juga,” tuturnya.
Mengingat potensi cuaca ekstrem yang diprediksi masih akan berlanjut, pihak berwenang meminta masyarakat untuk tidak lengah, terutama saat berada di luar ruangan.
“Kami imbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, hindari area dekat pohon besar, tiang yang berpotensi roboh saat diterjang angin kencang. Kemungkinan angin kencang juga bakal terjadi dalam beberapa hari ke depan,” pungkasnya.***
