Niat Beli Rokok Malah Dibacok, Pemuda di Sukaluyu Jadi Korban Salah Sasaran Tawuran Medsos

CIANJURUPDATE.COM – Media sosial kembali memicu tragedi nyata. Sebuah kesalahpahaman di platform Instagram berujung pada aksi kekerasan brutal yang mengakibatkan LI (22), seorang warga Kampung Selajambe, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur, mengalami luka berat akibat sabetan senjata tajam pada Minggu dini hari (18/1/2026) lalu.

Kapolres Cianjur, AKBP A. Alexander Yurikho Hadi, mengungkapkan bahwa peristiwa berdarah ini murni dipicu oleh kekeliruan para pelaku dalam mengidentifikasi target mereka.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, para pelaku awalnya berencana melakukan aksi tawuran dengan kelompok lain di sekitar lokasi kejadian. Mereka telah membuat janji temu melalui media sosial Instagram untuk beradu fisik.

“Saat melihat korban dan temannya, pelaku mengira jika mereka adalah kelompok lawan yang sudah janjian melalui media sosial. Sehingga tanpa basa-basi, pelaku langsung menyerang dan menganiaya korban dengan senjata tajam,” ujar Kapolres, saat konferensi pers di gedung Mapolres Cianjur, Senin 26 Januari 2025.

BACA JUGA: Pengeroyokan Bersajam di Sukaluyu Terungkap, Polres Cianjur Amankan Dua Pelaku

Padahal, saat itu LI hanya berniat pergi ke warung untuk membeli rokok. Namun, provokasi yang sudah memuncak di dunia maya membuat para pelaku gelap mata dan langsung membacok LI yang saat itu berada di waktu dan tempat yang salah.

Kapolres menambahkan, jika malam itu para pelaku tidak salah sasaran, besar kemungkinan akan jatuh korban lain dari pihak kelompok lawan yang memang sejak awal berniat tawuran.

“Kemungkinan akan ada korban lain, karena media sosial yang seharusnya menjadi sarana mempermudah komunikasi malah dijadikan sarana untuk melakukan hal negatif,” tuturnya.

Usai menyadari perbuatannya atau menghindari kejaran petugas, para pelaku tidak kembali ke rumah masing-masing. Tim Opsnal Satreskrim Polres Cianjur harus bekerja ekstra melacak keberadaan mereka.

BACA JUGA: Lapak Relokasi Pasar Bojong Meron di Pasar Induk Cianjur Sepi Peminat

“Pelaku ditangkap tidak di rumahnya, tetapi di tempat persembunyian yang berhasil ditemukan oleh petugas,” tambahnya.

Atas kejadian ini, AKBP Alexander mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan bijak dalam menggunakan teknologi. Ia menyayangkan bagaimana platform digital justru disalahgunakan untuk mengorganisir aksi kriminal.

“Bijak dalam memanfaatkan teknologi. Kami akan melakukan berbagai upaya untuk mengantisipasi kejadian serupa, memastikan keamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya.***

Exit mobile version