Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Wajib Baca! Delirium, Gejala Baru yang Dialami Pasien Covid-19 Khususnya Lansia

Terbit 16 Dec 2020 06:36 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Wajib Baca! Delirium, Gejala Baru yang Dialami Pasien Covid-19 Khususnya Lansia — Cianjur Update
GEJALA BARU: Delirium kini menjadi gejala baru pasien Covid-19 yang wajib diwaspadai karena berkaitan dengan kondisi kesadaran, kognitif, dan psikis pasien. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM – Baru-baru ini “Delirium” muncul mejadi istilah yang kini populer semenjak masuk ke dalam daftar gejala infeksi virus corona atau Covid-19. Kondisi ini banyak dialami oleh sejumlah pasien positif virus Corona, khususnya kaum lansia. Lantas apa sih Delirium itu?

Delirium bukan sesuatu yang berdampak pada fisik seperti nyeri atau sesak nafas. Karena Delirium diindikasi sebagai gejala Covid-19 yang berkaitan dengan kondisi kesadaran, kognitif, dan psikis pasien.

Delirium adalah gangguan serius pada kemampuan mental yang mengakibatkan kebingungan dan kesadaran yang berkurang. Seseorang yang mengalami Delirium akan merasakan sulit untuk berpikir, berkonsentrasi, mengingat, dan kesulitan tidur.

Iklan sevilage

Mengutip laman Mayo Clinic, gejala Delirium biasanya dimulai dengan cepat dalam beberapa jam atau beberapa hari. Gejala Delirium sering berfluktuasi sepanjang hari, namun ada periode tanpa gejala. Gejala Delirium cenderung menjadi lebih buruk pada malam hari.

Baca Juga
Fraksi Golkar Cianjur Siap Kawal Dukung Visi-Misi Pemkab Lewat Dua Perda Baru
Berita · Berita terkait

Sejumlah penelitian telah mempelajari tentang manifestasi Covid-19 pada sistem saraf. Delirium dan keadaan kebingungan, adalah gejala yang cukup umum oleh pasien Covid-19 yang dapat terjadi sejak hari pertama.

Studi yang diterbitkan di Jama Network, menemukan terhadap 817 pasien lansia positif virus Corona, 28 persen mengalami Delirium saat presentasi, dan delirium adalah gejala keenam yang paling umum dari semua gejala dan tanda yang muncul. Di antaranya pasien mengigau, 16 persen menunjukkan Delirium sebagai gejala utama dan 37 persen tidak memiliki gejala atau tanda Covid-19 yang khas, seperti batuk atau demam.

Penelitian tersebut mencatat bahwa temuan ini menunjukkan pentingnya klinis memasukkan Delirium pada daftar periksa pasien yang menunjukkan tanda dan gejala Covid-19.

Baca Juga
Bangun Harapan Pascakebakaran, Kolaborasi YBM PLN UP3 Cianjur dan YBM PLN UIP JBT Wujudkan Rumah Baru untuk Korban Kebakaran di Kecamatan Cibeber
Berita · Berita terkait

Gangguan Delirium yang ditandai dengan empat ciri, yaitu gangguan kesadaran sampai koma, gangguan kognitif disorientasi sampai tidak bisa membedakan mana realita dan khayalan, gangguan emosi dan kecemasan, serta gangguan tidur. Kondisi ini sifatnya dinamis alias berubah-ubah.

Sebuah temuan dari Journal of Clinical Immunology and Immunotherapy menunjukkan bahwa kemungkinan berkembangnya Delirium juga tergantung pada gejala neurologis ringan lainnya, seperti hilangnya indra penciuman atau pengecap.

Penelitian tersebut juga mengamati pada tingkat paling awal, delirium dapat dipicu oleh tiga faktor, yakni:

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{