Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Terciduk Bawa Sajam, Siswa SMK di Cianjur Diamankan Polisi Saat Operasi Gatur Pagi

Terbit 16 Jan 2025 04:03 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Terciduk Bawa Sajam, Siswa SMK di Cianjur Diamankan Polisi Saat Operasi Gatur Pagi — Cianjur Update
Sejumlah siswa SMKN 1 Cilaku yang terjaring operasi Gatur pagi oleh Satlantas Polres Cianjur. Foto: Istimewa

– Anggota Satlantas Polres Cianjur mengamankan seorang pelajar berinisial IBJ (15) yang kedapatan membawa senjata tajam (Sajam) pada Senin (13/1) pagi saat hendak berangkat ke sekolah. Peristiwa ini terjadi saat kegiatan rutin pengaturan lalu lintas (Gatur pagi) di depan Markas Polres Cianjur.

KBO Satlantas Polres Cianjur, Iptu Romi, menjelaskan bahwa pelanggaran terlihat secara kasat mata ketika petugas mendapati sepeda motor yang berboncengan tiga orang, salah satunya tidak mengenakan helm. Ketika dihentikan dan diperiksa, ditemukan sebilah sajam yang dibawa oleh salah satu penumpang.

“Setelah dihentikan dan dilakukan pemeriksaan, ditemukan seorang yang dibonceng membawa sebilah sajam. Selanjutnya, pelaku beserta barang bukti langsung diamankan,” ujarnya, Rabu (15/1).

Iklan sevilage

Kasat Reskrim Polres Cianjur, AKP Tono Listianto, menambahkan bahwa pelaku telah ditahan dan proses penyelidikan sedang dilakukan untuk menggali motif kepemilikan sajam tersebut.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

“Pelaku dengan inisial IBJ (15) sudah ditahan, dan kami sedang mendalami motif membawa sajam itu,” jawabnya singkat.

Bidang Kesiswaan SMKN 1 Cilaku, Yayat Hidayat, membenarkan bahwa remaja berinisial IBJ (15) yang diamankan Satlantas Polres Cianjur karena membawa senjata tajam (sajam) adalah salah satu siswanya yang masih duduk di kelas X. Yayat mengungkapkan bahwa motif pelajar tersebut membawa sajam adalah untuk gaya-gayaan dan alasan jaga-jaga.

“Saat saya tanya, dia mengaku membeli sajam itu melalui COD. Namun, sangat disayangkan alasannya membawa sajam hanya untuk berjaga-jaga. Ini jelas tidak wajar, karena yang seharusnya dibawa ke sekolah adalah buku dan alat tulis, bukan sajam,” ujar Yayat.

Menurutnya, tindakan tersebut kemungkinan besar dipengaruhi oleh pola pikir yang salah, terutama karena siswa tersebut berasal dari kebiasaan saat SMP. “Mungkin dia berpikir, karena masuk sekolah STM , membawa sajam itu seperti keren. Padahal ini murni karena ketidaktahuannya,” tambahnya.

Baca Juga
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Nyalakan Harapan Keluarga Cianjur melalui Light Up The Dream
Berita · Berita terkait

Yayat menjelaskan, pelajar tersebut tertangkap saat razia karena tidak memakai helm. Ketika dihentikan oleh petugas dan diperiksa, ditemukan sajam yang dibawanya.

“Awalnya dia terjaring razia lalu diperiksa. Saat dicek, ternyata dia membawa sajam. Setelah itu, kami dihubungi oleh pihak kepolisian untuk memastikan apakah benar dia siswa kami, dan ternyata memang benar,” jelas Yayat.

Yayat menegaskan, berdasarkan pengakuan pelajar tersebut, sajam itu bukan untuk tawuran melainkan untuk berjaga-jaga saat berangkat dari rumahnya di wilayah Cugenang.

“Dia bilang polos, cuma buat jaga-jaga karena sering lewat jalan raya,” katanya.

Baca Juga
Jelang Edelweiss Running Festival, Berikut Jalur dan Pengaturan Lalin Perlombaan
Berita · Berita terkait

Pihak sekolah mengaku sering melakukan sosialisasi kepada siswa setiap upacara Senin, termasuk mengingatkan agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan. Namun, ia mengakui bahwa kontrol terhadap siswa di luar sekolah tidak sepenuhnya bisa dilakukan.

“Tiap Senin kami selalu mengingatkan agar tidak ada kejadian seperti ini. Tapi namanya anak-anak, terkadang sulit dikontrol,” ucap Yayat.

Terkait proses hukum yang sedang berlangsung, Yayat menegaskan bahwa pihak sekolah akan mengikuti prosedur tanpa menghalangi penyelidikan aparat penegak hukum (APH).

“Kalau harus menghadapi sidang atau proses hukum lainnya, kami akan mendukung sesuai aturan yang berlaku. Sanksi dari sekolah tidak akan langsung berupa pengeluaran. Kami memberikan kesempatan kedua, kecuali ada masalah berulang yang melibatkan siswa tersebut,” pungkasnya.***

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Fauzi | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{