Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Tanggapi Kasus Pendamping yang Korupsi, DPRD Cianjur Akan Pantau Penyaluran Bantuan PKH

Terbit 31 Jan 2021 07:18 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Kasus penggelapan atau korupsi dana bansos yang dilakukan oknum pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Jayagiri Kecamatan Sindangbarang hingga ratusan juta rupiah, mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, dana yang diambil pelaku sudah berlangsung selama dua tahun dari 17 penerima bantuan.

Menanggapi kasus tersebut, Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Cianjur dari Fraksi Partai Gerindra, Sahli Saidi mengungkapkan, pelaku memang patut diproses hukum, karena telah memakan hak orang lain apalagi itu merupakan anggaran untuk masyarakat tidak mampu.

“Saya meminta semua pendamping PKH, supaya jadi pribadi yang jujur dan jangan sekali-kali berbuat curang, apalagi ini bantuan bagi masyarakat yang tidak mampu. Saya mewakili Komisi D mengucapkan terima kasih kepada pihak kepolisian yang telah mengungkap dan menangkap pelaku tersebut,” tuturnya kepada Cianjur

Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Selain itu, ia menjelaskan, bantuan PKH tidak bisa dilihat secara langsung seperti BPNT yang memiliki alur penyaluran, sehingga masyarakat bisa langsung komplain jika tidak sesuai.

“Dalam waktu dekat, kami akan berkoordinasi sama pihak, termasuk kepolisian untuk turun kemasyarakat memantau penyaluran bantuan PKH. Kami akan ke desa-desa karena minggu ini dewan masuk dalam kegiatan masa reses selama seminggu,” ujarnya.

Sahli berharap, kasus penggelapan dan korupsi pendamping PKH seperti di Sindangbarang tidak terjadi lagi di kecamatan lain dan bantuan bisa tersalurkan dengan baik serta tepat sasaran.

Baca Juga
Kopi Nako Cianjur Bantah Stigma sebagai Tempat LGBT, Tegaskan Komitmen Jaga Kenyamanan dan Etika
Berita · Berita terkait

“Penyalur atau supplier bisa bersaing secara sehat dalam arti memberikan beras yang terbaik, buah-buahan yang segar, dan daging yang enak dikonsumsi. Jangan sampai ada daging busuk yang diterima KPM,” paparnya.

Sahli pun menyinggung masalah penyaluran BPNT yang menggunakan ayam hidup di Kecamatan Pagelaran. Ia menilai, hal itu harus diganti agar bisa dikonsumsi langsung oleh penerima untuk penambahan gizi, bukannya yang harus diolah lagi.

“Beda dengan ayam hidup nggak dipotong, tapi malah dipelihara. Kalau daging kan langsung dimasak oleh penerimanya,” tandasnya.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{