Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Cianjur Update
Home Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget
Masuk

PT Inti Media Cianjur | Cianjur Update

Pendidikan

Siswi SD di Cianjur Digunduli Guru karena Rambut Berkutu, Pihak Sekolah Diminta Bertanggung Jawab

Terbit 6 Nov 2024 19:51 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Siswi SD di Cianjur Digunduli Guru karena Rambut Berkutu, Pihak Sekolah Diminta Bertanggung Jawab — Cianjur Update
Tangkapan layar video seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur mengalami perundungan setelah digunduli gurunya karena rambut yang diduga berkutu. (Foto: Istimewa)

– Seorang siswi SD di Kabupaten Cianjur harus digunduli oleh gurunya karena rambut siswi tersebut diduga tidak terawat dan dipenuhi kutu.

Dalam video yang beredar, terlihat gurunya mencukur rambut siswi tersebut. Terlihat jelas kutu yang keluar ketika guru menyisir kepalanya dengan alat cukur.

Pada video lainnya, siswi tersebut tampak menangis di rumah dengan kepala sudah botak.

“Katanya pulang sekolah, anak nangis digunduli oleh gurunya,” ujar seorang perekam video.

Perekam video tersebut menyayangkan tindakan guru yang menggunduli siswi itu, yang disebutnya keluarga.

BACA JUGA: Serap Aspirasi, Anggota DPRD Cianjur Lukmanul Hakim Fokus Bantu PIP dan Sarana Toilet Siswa di Kecamatan Cipanas

“Memang tidak ada cara lain sampai digunduli?” ucapnya.

Dia juga meminta pihak sekolah bertanggung jawab, karena siswi tersebut jadi enggan bersekolah.

“Anaknya jadi malu sekolah, tidak mau sekolah. Pindah sekolah pun tidak mau,” tuturnya.

Kepala Bidang SD Disdikpora Kabupaten Cianjur, Aripin, menjelaskan kejadian tersebut terjadi di SDN Babakan, Kecamatan Cikadu.

BACA JUGA: Srikandi PLN UP3 Cianjur Goes To School Hadir di SMKN 1 Sukaluyu Cianjur, Edukasi Kelistrikan dan Digitalisasi Layanan PLN

Ia mengatakan bahwa siswi tersebut memang digunduli oleh salah satu guru.

“Betul kejadian itu di SDN Babakan. Tujuannya memang baik, tapi pelaksanaannya salah,” ujarnya.

Menurut Aripin, guru tersebut berniat membersihkan kutu pada rambut siswi itu.

Namun, seharusnya pelaksanaan dilakukan dengan berkoordinasi bersama orangtuanya.

“Tujuannya sangat baik karena rambut anak itu diduga kurang terurus dan berkutu. Tapi itu kan isu. Seharusnya koordinasi dulu dengan orangtua,” lanjutnya.

BACA JUGA: Terangi Negeri dengan Semangat Pancasila, PLN UP3 Cianjur Hadirkan Listrik bagi Pesantren Nurul Hikmah

Ia menambahkan bahwa pihaknya menyesalkan tindakan tanpa pendampingan orangtua, terutama karena siswi tersebut perempuan.

“Kalau anak laki-laki mungkin wajar, tapi ini perempuan, beda psikologinya,” tambahnya.

Disdikpora juga berjanji akan melakukan pendampingan agar siswi itu bisa kembali bersekolah.

“Kami terus koordinasi untuk pemulihan psikologinya. Hari ini anak itu tidak masuk. Kami akan pulihkan agar siswi itu bisa secepatnya bersekolah lagi,” pungkas Aripin.

Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Geser ›