Satria FU Terperosok ke Jurang Usai Disalip Moge di Tanggeung Cianjur, Nopol Belum Diketahui

CIANJURUPDATE.COM – Sebuah video kecelakaan lalu lintas yang memperlihatkan sepeda motor masuk ke dalam jurang viral di media sosial. Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Raya Cianjur Selatan–Tanggeung, Kecamatan Tanggeung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.

‎Motor jenis Satria FU bernomor polisi B 3402 GEZ itu diduga hilang kendali setelah disalip secara tiba-tiba oleh rombongan motor gede (moge).

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban bernama Dian saat itu tengah melaju dari arah Cianjur Selatan menuju Kota Cianjur. Sesampainya di Kampung Tanggeung, korban mengaku kaget ketika satu moge mendahuluinya. Tak lama berselang, moge kedua kembali mencoba menyalip.

‎Diduga proses menyalip tersebut dilakukan dengan cara “menggunting”, hingga ban depan motor korban sempat bersentuhan dengan box moge kedua. Akibatnya, korban kehilangan kendali dan terperosok ke jurang sedalam sekitar 5 meter dan diduga alami patah kaki.

BACA JUGA: Melampaui Target, Dana Kemanusiaan PMI Cianjur 2025 Tembus Rp1 Miliar

‎Usai kejadian, moge yang diduga terlibat langsung meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan.

‎Beruntung, korban tidak sampai terjatuh ke dasar jurang yang diperkirakan memiliki kedalaman total 15 hingga 20 meter. Warga sekitar yang berada di lokasi segera memberikan pertolongan. Di area kejadian juga ditemukan pohon yang patah diduga akibat insiden tersebut.

‎Kasat Lantas Polres Cianjur, AKP Aang Andi Suhandi, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan pihaknya langsung melakukan penelusuran setelah video kejadian viral.

‎“Informasi awal kami dapatkan pada Senin, kemudian anggota Unit Laka langsung melakukan langkah jemput bola untuk mencari informasi di lapangan. Awalnya kami cukup kesulitan karena korban tidak berkenan dihubungi melalui telepon maupun WhatsApp,” ujarnya, Kamis (12/2/2026).

‎Namun, melalui koordinasi dengan Bhabinkamtibmas dan Kapolsek Tanggeung, polisi akhirnya dapat bersilaturahmi langsung dengan korban dan keluarganya.

‎“Kami sudah mendatangi korban bersama anggota dan Kapolsek. Korban memilih pengobatan non-medis atau tradisional dan belum bersedia menjalani pemeriksaan medis,” jelasnya.

BACA JUGA: 120 Ribu Peserta PBI Kembali Dicoret Pusat, Status UHC Prioritas Cianjur Terancam

‎Terkait kondisi korban, terdapat informasi dugaan patah pada kaki kanan. Namun hal itu belum dapat dipastikan karena korban belum menjalani pemeriksaan medis. Polisi juga telah berkoordinasi dengan Jasa Raharja dan BPJS untuk kesiapan bantuan apabila dibutuhkan.

‎AKP Aang menambahkan, berdasarkan video yang beredar dan keterangan korban, memang terjadi sentuhan antara motor gede yang nomor polisinya belum diketahui dengan motor yang dikendarai Dian.

‎Pihak kepolisian mengimbau kepada pengendara moge yang merasa mengetahui atau terlibat dalam kejadian tersebut agar segera mendatangi Satlantas Polres Cianjur.

‎“Kami siap memfasilitasi pertemuan dengan korban sebagai bentuk tanggung jawab. Jika di kemudian hari korban ingin melaporkan secara resmi, kami siap melakukan proses sesuai prosedur,” tegasnya.

‎Ia juga mengingatkan para pengendara moge yang melakukan touring di jalur selatan Cianjur, baik jalur Pantai Selatan maupun menuju Sindangbarang, agar selalu berhati-hati dan mematuhi aturan lalu lintas.

‎“Apabila terjadi kecelakaan, pengendara memiliki kewajiban untuk memberikan pertolongan,” pungkasnya.***

Exit mobile version