Program MBG Selama Ramadan Perlu Skema yang Jelas dan Matang
– Skema program MBG selama Ramadan menjadi fokus utama pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak.
Badan Gizi Nasional (BGN) diminta segera memaparkan skema pelaksanaan program tersebut agar tepat sasaran.
Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menyatakan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan BGN akan dilaksanakan awal Februari.

Rapat ini membahas capaian dan kendala pelaksanaan program MBG.
“Nah ini yang belum dilaporkan kepada kami di Komisi IX DPR RI karena awal tahun kami baru selesai reses di tanggal 20 Januari. Pertemuan RDP dengan BGN akan dilakukan awal Februari,” ujar Irma dilansir Metrotvnews.com, Selasa (28/1/2025).
Presiden RI Prabowo Subianto menargetkan program ini menjangkau 3 juta anak hingga April 2025.
Target tersebut akan meningkat menjadi 6 juta anak pada Agustus dan terus bertambah hingga mencakup seluruh anak Indonesia.
Sejak diluncurkan pada 6 Januari 2025, program MBG telah menjangkau 650 ribu anak di 31 provinsi.
Angka tersebut menunjukkan progres positif meskipun masih jauh dari target.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, menekankan pentingnya peran ahli gizi dalam pelaksanaan program ini.
Setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) wajib memastikan menu sesuai dengan kondisi lokal.
“Ahli gizi di SPPG akan mengakomodasi potensi lokal, kesukaan, dan kebiasaan masyarakat setempat,” jelas Dadan.
Program MBG selama Ramadan diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia secara merata di bulan suci.
Dukungan dari seluruh pihak diperlukan untuk mencapai target yang telah ditetapkan pemerintah.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


