Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Cianjur Update
Home Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget
🔑 Masuk Penulis
Berita

Potret Penampakan Burung di Langit Ciranjang Setiap Magrib

Terbit 9 Sep 2020 12:05 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Potret Penampakan Burung di Langit Ciranjang Setiap Magrib — Cianjur Update
Foto penampakan burung.

– Entah berasal dari mana, burung sejenis walet atau kapinis tiap musim bergerombol di langit Ciranjang menjelang magrib. Burung itu hinggap di bentangan kabel listrik dan telpon yang berada di Jalan Raya Cianjur – Bandung, tepatnya Kampung Pakemitan, Desa Ciranjang, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur.

Gerombolan burung tersebut tidak membahayakan masyarakat setempat, namun tidak sedikit pejalan kaki dan kendaraan terkena kotoran burung. Salah seorang warga Kampung Pakemitan, Desa Ciranjang, Edi Kusnadi (55), menjelaskan, burung itu tiap tahun datang ke Ciranjang untuk hinggap. Biasanya dijadikan warga Ciranjang sebagai tanda akan datang musim hujan.

Foto penampakan burung.

“Selama ada di Ciranjang gerombolan burung tersebut hanya hinggap nginap saja. Pagi hari pukul 06.00 WIB seluruhnya terbang menghilang entah kemana,” paparnya kepada Cianjur Update, Rabu (9/9/2020).

Foto penampakan burung.

Ia menceritakan, burung itu tidak membahayakan bagi manusia. Namun warga yang melintas di sore hari harus hati-hati karena kerap jatuh kotoran burung dari atas.

BACA JUGA: Mahasiswi Asal Bekasi Meninggal Dunia dalam Kecelakaan di Ciranjang Cianjur

Foto penampakan burung.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Ciranjang, KH Acep Nu’man, menambahkan, gerombolan burung tiap tahun datang ke daerahnya hanya hinggap dan menginap saja. Itu biasanya dijadikan tanda akan datangnya musim hujan.

“Dengan itu diharapkan pada warga setempat, burung tersebut jangan diusir. Bila diusir pun tetap tidak akan pergi. Nanti setelah waktunya akan pergi dengan sendirinya tanpa diusir oleh siapa pun,” tuturnya.

Ia mengharapkan pada seluruh masyarakat berangkat salat di Masjid Besar harus ektra waspada, karena takut pakaian tertimpa kotoran burung yang hinggap.

“Bila tertimpa kotoran burung kemudian dibawa salat tidak sah. Masih mending kalau ketahuan terasa kotoran burung menimpa pakaian, itu bisa pulang lagi mengganti pakian dengan yang suci,” tandasnya.(ct5/rez)

BACA JUGA: Diakui Hasil Kerja Nyata, SPPG Calingcing Ciranjang Cianjur Terima Penghargaan dari BGN

Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Iklan
Iklan
Iklan
Iklan
Geser ›