CIANJURUPDATE.COM – Harley-Davidson Club Indonesia (HDCI) menyampaikan keprihatinan dan empati mendalam atas insiden kecelakaan lalu lintas di wilayah Cianjur yang melibatkan pengendara sepeda motor Suzuki Satria FU dengan pengendara motor besar (moge) Harley-Davidson. Akibat kejadian tersebut, korban dilaporkan mengalami patah kaki.
Dalam siaran pers resminya (13/2/26), HDCI menegaskan bahwa pengendara Harley-Davidson yang terlibat bukan merupakan anggota HDCI. Organisasi menyebut peristiwa tersebut sebagai tindakan individu dan tidak mewakili komunitas maupun kegiatan resmi HDCI.
“Sebagai komunitas pengendara moge yang menjunjung tinggi etika dan keselamatan berkendara, kami memandang peristiwa ini sebagai kejadian yang sangat serius dan memprihatinkan,” demikian pernyataan resmi HDCI.
Lakukan Investigasi Internal
Humas HDCI Pusat, Irman Fatur, saat dikonfirmasi Cianjur Update menjelaskan bahwa pihaknya langsung melakukan investigasi internal ke seluruh pengurus cabang (pengcab) dan pengurus daerah (pengda) di Pulau Jawa untuk memastikan ada atau tidaknya kegiatan touring resmi yang melintasi jalur lokasi kejadian.
“Kami cek ke seluruh pengcab dan pengda di Pulau Jawa, apakah ada kegiatan touring resmi di jalur tersebut. Kami pastikan saat itu tidak ada kegiatan resmi HDCI,” ujar Irman, pada Senin (16/2/26).
Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya mengalami kesulitan mengidentifikasi pengendara moge yang terlibat karena minimnya informasi yang diperoleh. HDCI sempat menelusuri kendaraan lain yang terlihat dalam rekaman, termasuk sepeda motor yang didepannya yaitu Kawasaki 1000 berpelat nomor wilayah Banten (plat A). Namun, setelah ditelusuri hingga ke wilayah Serang–Cilegon, diketahui bahwa kendaraan tersebut telah berpindah kepemilikan dan belum dilakukan balik nama.
“Kami berharap rekan-rekan maupun masyarakat yang memiliki informasi dapat membantu mengungkap siapa pengendaranya dan dari rombongan mana,” tambahnya.
Datangi Kediaman Korban
Sebagai bentuk kepedulian kemanusiaan, perwakilan HDCI telah mendatangi langsung kediaman korban untuk menyampaikan empati serta memberikan tali kasih kepada keluarga.
Irman menegaskan, HDCI tidak tinggal diam atas peristiwa tersebut. “Kami tidak tutup mata, hanya saja tidak gembar-gembor. Kami ingin memastikan fakta di lapangan terlebih dahulu,” katanya.
HDCI juga telah menghimbau seluruh ketua pengcab dan pengda di Indonesia agar apabila mengetahui identitas pengendara moge yang terlibat, segera mendorong yang bersangkutan untuk datang kepada korban, menyampaikan permohonan maaf secara langsung, serta bersikap kooperatif dalam proses hukum.
Tekankan Etika dan Keselamatan
HDCI kembali menegaskan komitmennya dalam mengedepankan edukasi keselamatan berkendara, etika dan disiplin berlalu lintas, serta sikap saling menghormati sesama pengguna jalan.
“Kendaraan Harley-Davidson memiliki kapasitas mesin besar dan dimensi yang tidak kecil. Karena itu, pengendaranya harus lebih mengutamakan keselamatan. Jika terjadi kecelakaan, dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada pengguna jalan lain,” tegas Irman.
HDCI berharap korban segera pulih dan peristiwa ini menjadi pengingat bagi seluruh pengguna jalan untuk selalu mengedepankan kehati-hatian serta tanggung jawab dalam berkendara.***
