Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Hasil PPKM Darurat, Dinkes Cianjur Klaim BOR Rumah Sakit Menurun

Terbit 31 Jul 2021 07:57 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Hasil PPKM Darurat, Dinkes Cianjur Klaim BOR Rumah Sakit Menurun — Cianjur Update
BOR: Pasca-PPKM, BOR Rumah Sakit di Cianjur mengalami penurunan keterisian. (Foto: Afsal Muhammad/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur menyebut, keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Rumah Sakit di Cianjur saat ini mengalami penurunan keterisian.

Berdasarkan data, RSUD Sayang Cianjur dengan kapasitas 216 tempat tidur, saat ini keterisian hanya 68 persen dan ketersediaan 70 tempat tidur.

RSUD Cimacan memiliki 100 tempat tidur, dengan keterisian 60 persen dan tersisa 40 tempat tidur.

Iklan sevilage

RSUD Pagelaran keterisian hanya 16 persen, sehingga masih banyak tempat tidur yang kosong atau belum terisi.

Baca Juga
Cianjur Jadi Tuan Rumah Gema Tunas V PKBM dan SKB Jabar, Siap Tekan Angka Tidak Sekolah Capai 46 Ribu
Berita · Berita terkait

Namun demikian, kondisi berbeda terjadi di Rumah Sakit Dr Hafidz (RSDH) Cianjur yang saat ini mencapai 90 persen.

Plt Kepala Dinkes Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy mengatakan, BOR Rumah Sakit menurun, seiring diberlakukannya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang dilakukan pemerintah.

“Terlihat pasca-PPKM Darurat terjadi, kasus terkonfirmasi hingga BOR rumah sakit menurun,” ujarnya kepada Cianjur Update, Sabtu (31/7/2021).

Ia menjelaskan, saat ini Kabupaten Cianjur berada di bawah rata-rata BOR Jawa Barat yakni 70 persen, dibandingkan sebelum PPKM darurat bisa mencapai 90 persen.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Saat ini Cianjur di bawah rata-rata Jawa Barat, namun tetap harus diantisipasi dan jangan abai terhadap protokol kesehatan,” ungkap dia.

Meskipun demikian, Irvan menyebut pasien isolasi mandiri tetap masih ada. Ia mengklaim, pasien isolasi menurun seiring waktu.

“Untuk pasien isolasi mandiri masih ada, namun menurun seiring berjalannya penurunan kasus dan kasus terkonfirmasi di desa-desa terjadi penurunan sekitar 10 persen,” sambungnya.

Sementara itu, Plt Direktur Utama RSUD Cianjur, dr Darmawan menambahkan, BOR Rumah Sakit memang menurun. Namun terdapat juga kenaikan meskipun tidak signifikan dibanding sebelumnya.

Baca Juga
Pohon Tumbang Timpa 2 Motor di Jalan Raya Bandung-Cianjur, 3 Orang Terluka
Berita · Berita terkait

“Iya ada penurunan, tapi naik-turun tidak signifikan,” terangnya.

Sementara itu, Plt Dirut RSUD Cimacan, dr Juliana mengungkapkan, penurunan BOR Rumah Sakit terjadi hingga 48-50 persen. Sehingga trennya memang sedang menurun.

“Saat ini trennya menurun. Tapi tetap kami antisipasi jika sampai adanya lonjakan dan bahkan tetap memberlakukan lima shift, agar tenaga kesehatan memiliki waktu istirahat cukup,” tutup dia.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{