Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Generasi Muda di Kabupaten Cianjur Masih Sulit Mengembangkan Karir di Tanah Kelahiran Sendiri

Terbit 3 Feb 2025 07:49 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Generasi Muda di Kabupaten Cianjur Masih Sulit Mengembangkan Karir di Tanah Kelahiran Sendiri — Cianjur Update
Generasi Muda di Kabupaten Cianjur Masih Sulit Mengembangkan Karir di Tanah Kelahiran Sendiri. (Ilustrasi: Unsplash.com)

Kabupaten Cianjur, yang dikenal dengan keindahan alam dan kekayaan budayanya, kini dihadapkan pada tantangan dalam menyediakan peluang karir yang memadai bagi generasi mudanya.

Meskipun daerah ini memiliki potensi besar di sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif, banyak anak muda yang masih kesulitan menemukan peluang karir yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka.

Berdasarkan wawancara dengan tiga narasumber muda asal Cianjur, terungkap berbagai tantangan, harapan, serta solusi yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas dunia kerja di daerah ini.

Iklan sevilage

Iden Ridwan (23), mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Putra Indonesia Cianjur, adalah salah satu generasi muda yang berusaha menggabungkan passion dengan kontribusi sosial.

Saat ini, warga Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur ini sedang fokus menyelesaikan studinya sambil merintis usaha di bidang fashion berkelanjutan.

Usaha ini tidak hanya menjadi wadah untuk mengaplikasikan ilmu komunikasi yang dipelajarinya, tetapi juga sebagai sarana edukasi mengenai pentingnya keberlanjutan dalam industri fashion.

“Impian saya adalah mengembangkan brand fashion berkelanjutan ini menjadi dikenal luas. Selain itu, saya juga ingin berkarir di bidang pemasaran digital,” ujar Iden.

Namun, ia mengakui bahwa peluang karir di Cianjur masih terbatas, terutama di bidang yang sedang ia geluti.

Baca Juga
Sambut Hari Jadi Cianjur ke-349, Wisata Alam Sevillage Sediakan Promo Diskon Besar-besaran Khusus Warga Lokal
Berita · Berita terkait

“Sektor pariwisata, pertanian, dan industri kreatif sebenarnya punya potensi besar, tetapi dukungan untuk pengembangan karir anak muda masih kurang,” tambahnya.

Iden menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor swasta dalam menyediakan program pelatihan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

“Anak muda Cianjur memiliki potensi, tetapi mereka kesulitan mengakses informasi dan mentor yang dapat membimbing mereka,” ujarnya.

Ia juga berharap adanya peningkatan kualitas pendidikan dan fasilitas belajar untuk mendukung generasi muda dalam mengembangkan diri.

Muhammad Azial (23) adalah contoh generasi muda yang berusaha menyeimbangkan pendidikan dan karir.

Saat ini, warga Desa Bunikasih, Kecamatan Warungkondang ini sedang menempuh pendidikan di bidang ekonomi sambil bekerja sebagai pelatih sepakbola dan content creator.

Meskipun lebih fokus pada pendidikan, mantan kiper Perkesit Cianjur ini tetap memiliki impian untuk berkarir di bidang perbankan dan bisnis.

Baca Juga
Pemkab Cianjur Gelar Ziarah ke Maqom Dalem Cikundul Peringati Hari Jadi ke-349
Berita · Berita terkait

“Peluang karir di Cianjur memang ada, tetapi sangat terbatas. Lapangan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah anak muda yang membutuhkan pekerjaan,” ungkap Azial.

Ia juga menyoroti kurangnya program pelatihan dan mentorship yang dapat membantu anak muda mengembangkan keterampilan profesional.

“Kebanyakan orang di Cianjur bekerja sendiri. Dukungan untuk pengembangan karir masih sangat kurang,” tambahnya.

Azial berharap generasi muda Cianjur dapat lebih sukses daripada generasi sebelumnya.

“Dunia kerja di Cianjur sangat keras. Dibutuhkan kerja keras dan pemikiran yang matang untuk bisa sukses,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan keterampilan agar anak muda lebih siap menghadapi persaingan di dunia kerja.

Uga Hilmawan (23), lulusan Sarjana Manajemen Universitas Muhammadiyah Bandung, memilih untuk merintis karir di Jakarta setelah menyadari minimnya peluang karir di Cianjur.

Baca Juga
Bupati Cianjur Serahkan Kartu BPJS Ketenagakerjaan kepada Nelayan Agrabinta
Berita · Berita terkait

Saat ini, warga Kecamatan Haurwangi ini bekerja di sebuah perusahaan di Jakarta sambil mengembangkan minatnya di bidang broadcasting, khususnya podcast olahraga.

“Peluang karir di Cianjur sangat minim. Banyak teman saya yang memilih bekerja di luar kota karena lebih menjanjikan dan sesuai dengan minat mereka,” ujar Uga.

Ia juga menyoroti kurangnya dukungan informasi lowongan kerja dan pelatihan di Cianjur.

“Banyak oknum yang memanfaatkan situasi ini dengan meminta uang untuk masuk ke suatu perusahaan. Kalau tidak ada orang dalam, susah sekali mendapatkan pekerjaan,” tambahnya.

Uga memiliki harapan besar untuk pengembangan sumber daya manusia di Cianjur.

“Peningkatan akses pendidikan dan pelatihan keterampilan sangat penting. Selain itu, perlu ada dorongan untuk meningkatkan kewirausahaan dan kesetaraan gender di dunia kerja,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dan peningkatan akses teknologi untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di Cianjur.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
RSUD Cimacan Cianjur