Dua Pegawai Jadi Tersangka Korupsi Agrowisata Cianjur, Negara Rugi Rp 8 Miliar
– Kasus dugaan korupsi pembangunan agrowisata di Cianjur menyeret dua tersangka. Mereka adalah DNF, pegawai Kementerian Pertanian, dan SO, seorang pegawai swasta.
Kejaksaan Negeri (Kejari) Cianjur mengungkap kerugian negara yang ditaksir mencapai Rp 8 miliar.
Kepala Kejaksaan Negeri Cianjur, Kamin, menjelaskan bahwa proyek tersebut didanai oleh anggaran Kementerian Pertanian tahun 2022.

Total anggaran sebesar Rp 13 miliar dialokasikan untuk dua lokasi, yakni Desa Sindangjaya, Kecamatan Cipanas, dan Desa Tegalega, Kecamatan Warungkondang.
“Di Cipanas, anggaran sebesar Rp 3,6 miliar. Sementara itu, di Warungkondang mencapai Rp 9,7 miliar,” ujar Kamin, Senin (9/12/2024).
DNF dan SO diduga bekerja sama untuk merealisasikan bantuan pengembangan agrowisata tersebut.
Dana dari kementerian disalurkan ke tujuh kelompok masyarakat yang diduga baru dibentuk.
“Uang masuk ke rekening kelompok itu, lalu ditarik kembali oleh keduanya untuk dikerjakan pihak ketiga,” ungkap Kamin. “SO merupakan pihak ketiga, padahal seharusnya pekerjaan dilakukan secara swakelola.”
Kamin juga menambahkan, meskipun laporan pertanggungjawaban proyek menunjukkan 100 persen penyelesaian, hasil di lapangan berbeda.
Proyek agrowisata tersebut tidak dapat dimanfaatkan sebagaimana mestinya.
“Dari penyelidikan sejak Agustus 2024, ditemukan ketidaksesuaian dengan perencanaan. Agrowisata ini kini tidak berfungsi,” jelasnya.
Hingga saat ini, Kejaksaan masih mendalami aliran dana proyek tersebut.
Kedua tersangka diduga menyebabkan kerugian negara mencapai Rp 8 miliar.
“Kami masih menelusuri ke mana saja aliran dana ini digunakan,” kata Kamin.
Kedua tersangka dijerat Pasal 2 Ayat 1 dan Pasal 3 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Tindak Pidana Korupsi.
Mereka terancam hukuman penjara di atas lima tahun.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


