Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Back To School! Bupati Cianjur Tekankan Agar Tidak Ada Kasus Perpeloncoan di Sekolah, Jangan Sampai Ada Bullying

Terbit 16 Jul 2024 04:52 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Back To School! Bupati Cianjur Tekankan Agar Tidak Ada Kasus Perpeloncoan di Sekolah, Jangan Sampai Ada Bullying — Cianjur Update
Pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2024-2025, di SMPN 1 Campaka, Senin (15/7/2024). (Foto: Rendi Irawan/cianjurupdate.com)

CIANJURUPDATE.COM – Bupati Cianjur, Herman Suherman menekankan agar tidak ada kasus perpeloncoan di sekolah.

Perpeloncoan adalah praktik ritual dan aktivitas lain yang melibatkan pelecehan, penyiksaan, atau penghinaan yang biasa ada ketika masa MPLS di sekolah, termasuk di Cianjur.

Herman menjelaskan tentang waspada kasus perpeloncoan saat membuka masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) di Kabupaten Cianjur tahun ajaran 2024-2025, di SMPN 1 Campaka, Senin (15/7/2024).

Iklan sevilage

“Alhamdulillah di SMPN 1 Campaka hari ini saya membuka Masa Pengenalan Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) se Kabupaten Cianjur,” kata Herman kepada wartawan.

Herman berharap agar MPLS dilaksanakan sebaik-baiknya. Tentunya harus sesuai peraturan perundang-undangan, agar jangan sampai ada perpeloncoan yang tidak sesuai dengan aturan.

“Salah satunya untuk mengingatkan jangan sampai terjadi perpeloncoan, bukan hanya di sini saja tetapi se-Kabupaten Cianjur. Tidak boleh. Nanti kalau terjadi kena sanksi. Target di Kabupaten Cianjur zero perpeloncoan,” ucap Herman.

“Jangan sampai ada perpeloncoan, ini instruksi dari bupati, jangan sampai ada perpeloncoan di Kabupaten Cianjur,” sambung Herman.

Baca Juga
Ngaku Polisi dan Todong Pistol Mainan, 4 Pelaku Begal Motor di Cianjur Diringkus
Berita · Berita terkait

Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Helmi Halimudin menjelaskan, sebelum dilaksanakan MPLS, Disdikpora sudah mengeluarkan regulasi surat edaran yaitu sebagai pedoman MPLS di setiap sekolah.

“Pada prinsipnya ketika kita berbicara MPLS, maka berarti ini dari situasi baru jadi dari jenjang SD ke jenjang SMP,” ungkap dia.

Maka, lanjut dia, saat masuk ke jenjang SMP harus dikenalkan dengan lingkungan yang baru untuk siswa. Kemudian, harus memiliki karakter yang jelas dalam melaksanakan MPLS.

“Dalam tiga hari pelaksanaan MPLS ada beberapa materi yang akan diberikan ke siswa, mulai pengenalan lingkungan sekolah, cara belajar, pendidikan karakter,” tutur dia.

Sehingga, kata dia, nantinya ketika tiga hari sudah mengenal lingkungan dan tahu tata caranya, diharapkan hari berikutnya pada Kamis anak-anak siswa baru bisa menyesuaikan dengan lingkungan situasi yang barunya.

“Disdik sudah memberikan surat edaran. Jadi di situ ada tata caranya sampai ke penjadwalan materi yang harus diberikan. Makannya ada pelajaran bullying,” ujar Helmi.

Baca Juga
HMI Soroti Perbup Pilkades Serentak Cianjur yang Belum Terbit
Berita · Berita terkait

Sehingga, ketika siswa sudah masuk dalam kegiatan belajar, mereka paham bahwa tidak dibolehkan adanya tindakan kekerasan di lingkungan sekolah.

Menurutnya, semua materi masalah kekerasan, kesetaraan gender, itu sudah diberikan. Sehingga nanti pas belajar ketika anak menemukan sesuatu hal kekerasan, maka dia bisa melaporkan.

“Karena nanti juga akan diberi tahu bahwa di setiap sekolah ada tim tindakan pencegahan kekerasan. Jadi ketika anak sudah paham materi soal kekerasan, ketika ada masalah dia bisa langsung melaporkan dan tidak ada rasa ketakutan ketika ada hal yang ditemukan oleh anak,” tegasnya.

Terpisah, Kepala SMPN 1 Campaka, Iin Yuningsih mengungkapkan, SMPN 1 Campaka termasuk sekolah yang mendapatkan program save the children.

Hal itu sesuai dengan Permendikbudristek nomor 43 tahun 2023, tertulis bahwa di satu instansi harus dibentuk tim anti kekerasan.

Sekolah, kata Iin, menindaklanjuti dengan modul choice dengan pedoman dan materi yang sudah ditentukan.

Baca Juga
Peringati Hari Kesaktian Pancasila, PLN Nyalakan Harapan Keluarga Cianjur melalui Light Up The Dream
Berita · Berita terkait

“Kemudian kita mempunyai guru fasilitator, ada dua guru yang terus diberikan materi itu kemudian diimbas kan ke guru di sini,” ujarnya.

Sehingga, saat ini para guru sudah siap dengan berbagai materi yang akan diberikan ke siswa dalam kegiatan MPLS di sekolah.

“Misalkan persamaan gender ping dan biru, hak perempuan apa, laki-laki bagaimana,” tambahnya

Kemudian, lebih lanjut dia, tentang bullying, diawali langkah pihak sekolah tentang anti kekerasan sekarang dengan MPLS modul choice.

Lalu, nanti setelah beres MPLS, sekolah punya planning orangtua dipanggil untuk bertemu.

“Disampaikan program sekolah ini, itu, termasuk orangtua juga disampaikan materi parenting meeting. Kami sampaikan bahwa siswa di sini mendapatkan materi ini, dijelaskan, kemudian orang tua paham, dan itu sudah berjalan selama tiga tahun,” ucap dia.

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{