Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Aliran Sungai Cisokan Keruh, Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak di Cianjur

Terbit 28 Sep 2021 09:03 WIB · 2 menit dibaca
Bagikan
Aliran Sungai Cisokan Keruh, Ribuan Ikan Mas Mati Mendadak di Cianjur — Cianjur Update
MATI: Ribuan ikan mas mati mendadak di kolam blok Pinus Desa Cikidangbayabang, Mande, Cianjur (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM, Cianjur – Ribuan ikan mas mati mendadak di kolam yang terletak di Blok Pinus Desa Cikidangbayabang, Kecamatan Mande, Cianjur. Kejadian ini diduga terjadi, akibat air keruh yang datang dari Sungai Cisokan.

Kematian ikan yang diperkirakan seberat 2,5 ton itu berangsur-angsur terjadi, mulai Minggu (26/9/2021) siang sampai dengan Senin (27/9/2021) pagi.

Terpantau, ikan yang berukuran kecil mengambang mati, sedangkan untuk ikan yang berukuran besar baru muncul ke permukaan pada malam hari hingga pagi hari.

Iklan sevilage

Ribuan ikan mas tersebut sudah diambil para petani dari kolam jaring apung. Kondisi air dari Sungai Cisokan yang keruh, akibat hujan deras di bagian hulu diduga menjadi penyebab kolaps dan matinya ikan mas.

Ribuan ikan yang mati mendadak tersebut merupakan milik Duleh (38), Utep (40), H Jampang (40), dan Endan (40). Rata-rata per orang menderita kerugian masing-masing di atas Rp10 juta.

Baca Juga
120 Becak Listrik Bantuan Presiden Segera Disalurkan kepada Pembecak di Cianjur
Berita · Berita terkait

Para petani mengatakan, ikan mas memang kondisinya sangat lemah dibanding dengan ikan nila. Ikan mas memerlukan air yang jernih, jadi jika datang air keruh dari Sungai Cisokan, maka ikan akan cepat mati.

“Sudah risiko kalau menanam ikan mas di kolam. Dibandingkan ikan nila, kalau ada perubahan air seperti ini lebih kuat,” ujar seorang petani ikan, Utep kepada Cianjur

Pohon Tumbang Timpa 2 Motor di Jalan Raya Bandung-Cianjur, 3 Orang Terluka
Berita · Berita terkait

Seorang petani ikan lainnya, Duleh mengatakan, semua ikan yang mati terkadang tak bisa dijual. Jadi, harus diangkat dari kolam dan dibuang karena bisa menjadi busuk dan menimbulkan penyakit untuk ikan yang lain.

Baginya, resiko kematian ikan merupakan hal yang paling merugikan. Namun, kebanyakan para petani menyadari jika menanam ikan dekat daratan sangat berisiko tinggi.

“Mau bagaimana lagi, kita tak bisa melawan alam. Kita sudah menjaga sebaik mungkin dan kalau ada musibah seperti ini tak bisa berbuat banyak lagi,” ucap Duleh.

Sementara itu, Kepala UPTD Perairan Umum Cianjur, Budi Prayatna mengaku, belum bisa memastikan nilai kerugian termasuk jumlah petambak yang terdampak.

“Masih didata di lapangan. Memang, sejak pertengahan September sudah ada laporan,” ungkap Budi.

Baca Juga
Viral Video Bermesraan Berseragam Sekolah di Cianjur, Pihak SMKN 1 Cidaun Tegaskan Pasangan Sudah Menikah
Berita · Berita terkait

Dirinya menjelaskan, perubahan cuaca menjadi penyebab kejadian ini. Ditambah, kondisi air yang surut dan adanya pendangkalan.

“Jarak antar keramba itu idealnya 50 meter, karena air yang surut sekarang jadi berdekatan,” jelas Budi.

Selain itu, Budi mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan para ketua kelompok petambak dan memberikan arahan.

“Tapi, sebenarnya mereka (petani) sudah pada tahu apa yang harus dilakukan, karena kondisi ini terjadi setiap tahun,” tutup Budi.(afs/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{