Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Setelah #AgeChallange, "Filter Nggak Ada Akhlak" Ramai Dipakai Netizen

Terbit 22 Jan 2021 09:46 WIB · 3 menit dibaca
Bagikan
Setelah #AgeChallange, "Filter Nggak Ada Akhlak" Ramai Dipakai Netizen — Cianjur Update
VIRAL: Aplikasi FaceApp kini tengah viral dan banyak digunakan oleh para netizen, dimana aplikasi ini dapat mengubah wajah seseorang menjadi laki-laki ataupun perempuan dengan hasil yang cukup meyakinkan. (Foto: Istimewa)

CIANJURUPDATE.COM- Aplikasi TikTok kini sedang ramai dengan fitur mengubah foto gender dari laki-laki menjadi perempuan dan juga sebaliknya. Saking viralnya, banyak netizen yang menyebutnya dengan tajuk ‘Filter Nggak Ada Akhlak’.

Ternyata, filter ini bukanlah bawaan dari aplikasi TikTok sendiri melainkan dari aplikasi FaceApp.

FaceApp sendiri beberapa waktu lalu pernah memviralkan filter wajah yang muda menjadi tua, di media sosial pun ramai dengan tagar #AgeChallange. Netizen seolah berlomba-lomba mengunggah foto mereka di Instagram, Twitter, dan TikTok.

Iklan sevilage

Cara Pakai FaceApp aplikasi “Filter Nggak Ada Akhlak”

Buat kalian yang masih bingung bagaimana cara memakai “Filter Nggak Ada Akhlak” tersebut, yuk simak di bawah ini.

  • Unduh terlebih dahulu aplikasi FaceApp di perangkat Anda.
  • Buka aplikasi dan pilih foto yang akan diedit. Bisa pilih foto menggunakan kamera atau foto yang ada di galeri.
  • Layar akan menampilkan tampilan editor foto dengan beragam pilihan filter, mulai menambahkan rambut, jenggot, latar belakang dirubah, warna kulit, dan masih banyak lagi.
  • Pilih filter ‘Gender’ lalu ‘Wanita 2’ untuk merubah Cowok menjadi Cewek.
  • Edit foto Anda sesuai keinginan dengan menekan ikon di pojok kanan atas layar.
  • Jika sudah, Anda dapat menyimpan dan hasil foto ke sosial media.

Keamanan FaceApp

Ahli IT sekaligus dosen Ilmu Komputer Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Rosihan Ari Yuana menjelaskan meski aman, ada beberapa data yang dibagikan ke pihak ketiga.

“Secara security aman, tapi memang ada beberapa data yang memang di-share ke 3rd part seperti Facebook dan Google Ads Mobile, seperti data informasi jenis gadget kita untuk keperluan tracking,” ujarnya.

Tetapi, lanjutnya, berdasarkan referensi yang dia peroleh, untuk data-data personal seperti foto dan lainnya tidak akan dijual ke pihak ketiga.

Baca Juga
Pikap Terbuka Dipakai Distribusi MBG di Buniwangi, Korcam SPPG Pagelaran Cianjur: Kendaraan Utama Mengalami Overheat
Berita · Berita terkait

Hal penting yang perlu diperhatikan menurutnya adalah foto-foto yang di-upload bisa dikonsumsi publik.

“Ketika seorang user menyetujui term of condition ketika instalasi app tersebut, maka berarti dia menyetujui bahwa foto-foto yang dia upload bisa dikonsumsi oleh publik,” ungkapnya.

Disebutkan juga bahwa jika user ingin menghapus data-data foto yang sudah di-upload ke server FaceApp, maka bisa melakukan request.

Rosihan mengatakan menurut CEO FaceApp, mereka tidak mengunggah data-data yang tersimpan di gadget ke server mereka, melainkan hanya data foto-foto yang dipilih oleh user saja.

Dia mengingatkan, meskipun ada fitur untuk request menghapus data foto yang sudah terunggah, seorang user harus tetap bijak dalam memilih foto-foto mana yang akan di-upload.

“Karena jika sudah terupload dan menjadi konsumsi publik, maka secara prinsip kita sudah tidak bisa mengontrol lagi ke mana foto akan tersebar, apalagi diviralkan. Jika sudah viral maka akan susah menghentikannya,” imbuhnya.

Baca Juga
Kantor BGN Digeledah Kejagung Setelah Kepala BGN Dadan Hindayana Dicopot Presiden
Berita · Berita terkait

Bantah Dikaitkan dengan Rusia

Dilansir Forbes (19/6/2020), CEO FaceApp, Yaroslav Goncharov bersikeras bahwa aplikasi tersebut tidak data dengan pihak berwenang Rusia.

“Kami tidak menggunakan foto untuk alasan apapun selain untuk menyediakan fungsi pengeditan,” ungkapnya.

Selain itu, dia menggarisbawahi bahwa FaceApp menghapus foto dari server cloud-nya dalam 24 hingga 48 jam setelah terakhir kali diedit. Semua foto dienkripsi menggunakan kunci yang disimpan secara lokal di perangkat pengguna.

Foto tersebut hanya disimpan dalam cache sementara di server cloud aplikasi selama proses pengeditan.

Ada Risiko dari Pemakaian Applikasi “Filter Nggak Ada Akhlak”

Pakar Privasi dan Kepala Individual Rights and Ethics di Protecture, Rowenna Fielding mengatakan, kebijakan privasi FaceApp yang diperbarui cukup solid dan meyakinkan.

Hal itu karena secara eksplisit menyatakan bahwa foto yang diunggah hanya akan digunakan untuk aplikasi itu sendiri dan tidak dibagikan atau digunakan kembali untuk alasan lain.

Baca Juga
Pikap Terbuka Dipakai Distribusi MBG di Buniwangi, Korcam SPPG Pagelaran Cianjur: Kendaraan Utama Mengalami Overheat
Berita · Berita terkait

“Membaca yang tersirat, tujuan meningkatkan aplikasi mungkin termasuk melatih algoritme itu sendiri yang berdampak kecil pada individu yang telah mengunggah foto mereka,” jelasnya.

Namun, itu tidak berarti FaceApp bebas risiko, mengingat layanan gratis apapun, user akan menyerahkan beberapa data untuk ditukar dengan penggunaannya seperti pada Google dan Facebook. Jake Moore, spesialis keamanan siber di ESET juga memperingatkan.

“Jika ada yang gratis, Anda harus selalu bertanya pada diri sendiri apa untungnya bagi pemilik aplikasi dan bagaimana mereka menghasilkan uang?” kata Moore.

Dia menyarankan pengguna untuk membaca setiap persyaratan penggunaan aplikasi. Ini menunjukkan bahwa perusahaan sering kali memiliki agenda tersembunyi untuk mendapatkan informasi massal untuk tujuan seperti mengajarkan algoritme pengenalan wajah, atau mempelajari koneksi dari kontak telepon.

Selain itu, menghapus data tidak semudah yang terlihat. The Washington Post menyebutkan bahwa hanya dengan menghapus aplikasi tidak akan menghilangkan foto-foto yang mungkin dimiliki FaceApp di cloud.

Goncharov mengatakan orang dapat mengajukan permintaan untuk menghapus semua data dari server FaceApp, tetapi prosesnya berbelit-belit.(ct7/sis)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{