Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Rapid Test Masal Hasilkan Limbah Medis, Seperti Ini Penanganannya

Terbit 28 Jun 2020 12:17 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Rapid Test Masal Hasilkan Limbah Medis, Seperti Ini Penanganannya — Cianjur Update
Sejumlah PPK dan PPS menjalani rapid test di Puskesmas Cianjur, Sabtu (27/06/2020).

– Setiap kegiatan rapid test Covid-19 masal di Cianjur menghasilkan limbah medis hingga 1 kilogram. Sampah tersebut terdiri dari Alat Pelindung Diri (APD) dan lainnya.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, Yusman Faisal, mengatakan sampah APD di Cianjur diangkut dengan transportir. Pihaknya bekerja sama dengan beberapa perusahaan dalam menangani limbah medis.

“Sampah APD kita angkut sama jasa pengangkutan atau disebutnya transportir. Kita bekerja sama dengan beberapa perusahaan pengangkut limbah medis,” tuturnya di Kantor Bawaslu Cianjur, Sabtu (27/06/2020).

Baca Juga
FBI DPC Cianjur Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Cibeber
Berita · Berita terkait
Iklan sevilage

Namun pihaknya tidak melakukan penghitungan jumlah sampah medis Covid-19 selama pandemi. Namun biasanya sekitar 1 kg tiap kegiatan penanganan Covid-19.

“Kalau tonnya kita gak ngitung. Setiap kegiatan tes rapid masal itu ada sampai satu kilo. Setiap ada kegiatan satu kilo,” ujarnya.

Yusman mengungkapkan, pihaknya membuat perjanjian dengan perusahaan pegangkut limbah medis. Limbah tersebut akan sampai di fase pemusnahan dan penguburan.

Baca Juga
Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

“Jadi limbah medis itu kita MoU dengan perusahaan pengangkut. Kemudian dengan perusahaan yang sampai dengan memusnahkan dan membakar dan hasilnya dikuburkan di tempat yang seusai ketentuan. Tidak hanya diangkut tapi juga penguburan,” jelasnya.

Menurutnya, limbah medis saat ini tergolong banyak. Hal ini disebabkan, bukan hanya limbah rapid test, namun APD pun termasuk di dalamnya. Meskipun ada APD yang bisa digunakan kembali.

“Banyak. Karena kan masuk bukan cuma pack rapid-nya tapi APD juga setelah selesai itu dibuang. Ada yang sekali, ada yang reuse. Kalau yang reuse nanti akan direndam dengan cairan disinfektan tertentu sehingga terutama tidak merusakan bajunya, kainnya. Tapi bisa membunuh virus yang ada di kain tersebut,” tandasnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{