banner 325x300
Berita

PIP Sepi, Pedagang Kabur ke Bojongmeron

×

PIP Sepi, Pedagang Kabur ke Bojongmeron

Sebarkan artikel ini
ilustrasi

CIANJURToday – Sejumlah Pedagang di Pasar Induk Pasirhayam (PIP) mengeluhkan kondisi pasar yang cenderung sepi pembeli dan membuat pedagang kembali lagi berjualan ke kawasan Bojongmeron

Nanang (44) salah seorang pedagang daging mengatakan karena jarak yang cukup jauh, membuat sebagian pembeli memilih untuk belanja di pasar yang lebih mudah dijangkau dibandingkan harus datang ke PIP.

banner 325x300

“Pemerintah harus adil menyikap persoalan ini. Harus ada ketegasan, terutama untuk menangani permasalahan pedagang pindahan ke PIP,” ujar dia.

Menurutnya harga yang lebih murah di PIP, tidak menjamin pedagang nyaman berjualan di sana. Banyak pedagang yang memilih kembali berjualan di tempat asalnya, salah satunya kawasan Bojongmeron.

“sejak awal dipindahkan tidak sedikit pedagang yang merasa jika PIP sepi pembeli, sehingga banyak dari mereka yang berjualan di Bojongmeron lagi” jelasnya kepada cianjurupdate.com

Terpisah, Kepala Satpol PP Kabupaten Cianjur Muzani Saleh mengatakan sejak direlokasi setahun lalu, pemerintah telah mengatur sejumlah larangan dan hal yang diperbolehkan dalam Perbup.

Pedagang kuliner atau pakaian masih bisa berjualan di Bomero, selama lapak mereka tidak berada di area trotoar melainkan di area rumah/rumah toko.

“Komoditas diluar jenis-jenis tersebut, mutlak dilarang melakukan kegiatan jual beli. Apalagi, jika mereka beroperasi di titik-titik yang tidak sesuai ketentuan, maka harus segera ditertibkan,”tambahnya.

Menurut Muzani, penertiban di tempat menjadi sanksi tegas yang diterapkan Satpol PP. Tidak ada toleransi, mengingat imbauan larangan berdagang sudah sejak lama diberikan. Namun, cukup sulit menindak puluhan pedagang yang terus datang ke Bojongmeron.

“Kami kesulitan melakukan pengawasan dan pembagian personil. Tidak bisa selalu standby di Bomero, karena ada penertiban di titik lain. Pedagang akhirnya memanfaatkan momen itu, untuk curi-curi waktu berdagang di Bomero,” ucapnya.

Hal ini sangat disayangkan olehnya, sebab pedagang lebih memilih untuk berdagang secara sembunyi-sembunyi di lokasi yang dilarang.

“Sementara kami optimalkan dengan anggota yang ada dulu. Sejauh ini saya sudah ajukan penambahan personel untuk memaksimalkan pengawasan, semoga segera terealisasi,” pungkasnya (arm)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan