Parah! Balita dan Anak TK di Nagrak Cianjur Terima Minuman Kemasan Rasa Susu Diduga Impor China Dalam Menu MBG
CIANJURUPDATE.COM – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diterima balita dan siswa TK di Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Kabupaten Cianjur, menuai sorotan. Paket yang dibagikan berupa makanan kering, terdiri atas dua bungkus roti, dua butir telur, dua buah jeruk, satu buah pisang, satu bungkus kurma, serta minuman kotak rasa susu ukuran 125 ml.
Namun, sejumlah orang tua penerima manfaat menyoroti minuman kemasan rasa susu yang diduga merupakan produk impor dari Jinan City, Shandong Province, China.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, menu MBG tersebut dirapel untuk tiga hari, terhitung 25–27 Februari 2026.
Dari foto kemasan yang diterima, tercantum komposisi minuman tersebut meliputi air (86 persen), gula (14 gram), serta susu skim bubuk (1 persen) ukuran 125 ml.
Salah seorang orang tua penerima manfaat menyoroti kandungan minuman rasa susu tersebut. Ia menilai menu yang diterima anaknya kurang sehat karena kandungan air dan gula dinilai cukup tinggi.
“Menurut saya, minuman tersebut kurang sehat jika dikonsumsi semua orang karena kandungan air dan gulanya tinggi,” ujarnya, Rabu (25/2/2026).
Ia juga menegaskan, berdasarkan pengetahuannya, dalam peraturan standar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bahwa SPPG dilarang menyalurkan produk impor dan harus mengutamakan produk dalam negeri atau yang memiliki TKDN/PDN.
“Setahu saya, dalam peraturan MBG dilarang keras impor dari luar dan harus ada TKDN/PDN,” ungkapnya.
Orang tua lainnya mengaku telah mencoba minuman tersebut dan menilai rasanya tidak seperti susu pada umumnya.
BACA JUGA: Dirapel Tiga Hari, Begini Penampakan Menu MBG Saat Ramadan di Beberapa Wilayah Cianjur
“Rasanya asam, seperti ada perisa buah atau mint, tidak terasa susu sama sekali,” katanya.
Ia juga mengaku khawatir memberikan minuman tersebut kepada anaknya.
“Ga lah takut banget ngasih nya, mana pas di coba cuma satu sedotan saja rasa pahit dan panas di lidah sama tenggorokannya lama, dari siang hilang sore,” tuturnya.
Ia berharap pihak dapur penyedia MBG dapat mengevaluasi kualitas produk yang didistribusikan.
“Jika harga dua susu kemasan seperti itu kurang lebih sama dengan satu susu kemasan yang lebih baik, mending kasih satu aja,” pungkasnya.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang mengingatkan kemungkinan sanksi bagi SPPG terkait jika menu MBG, masih terdapat produk minuman atau makanan impor.
Bahkan, pihaknya juga memiliki ketentuan yang sangat ketat terkait bahan pangan dalam program MBG. Salah satu aturan yang tidak bisa ditawar adalah larangan penggunaan produk impor.
“Tidak boleh sedikitpun bahan pangan MBG berasal dari impor. BGN tidak pernah memberikan izin penggunaan susu atau produk impor apa pun,” kata Nanik seperti yang dikutip dari detikcom, Rabu (31/12/2025).
BACA JUGA: Dua Siswa SD di Sukanagara Diduga Keracunan MBG
Ia menekankan, aturan tersebut bersifat mutlak dan mengikat seluruh satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di daerah. Mengingat, MBG merupakan program prioritas Presiden Prabowo Subianto, pelanggaran terhadap ketentuan akan berujung pada sanksi tegas.
“Kalau terbukti digunakan, akan kami tindak keras, termasuk sanksi hingga penghentian sementara atau suspend,” tegas Nanik.
BGN juga membuka ruang pengawasan publik. Masyarakat diminta aktif melaporkan jika menemukan dugaan penggunaan susu atau produk impor dalam menu MBG.
“Jika masyarakat menemukan susu impor, silakan laporkan melalui call center BGN di nomor 127,” ujarnya.***





















