Tak Hanya Penyakit Fisik, Mandi Godog di Cianjur Diklaim Bisa Sembuhkan Gangguan Sihir
CIANJURUPDATE.COM – Sebuah metode pengobatan alternatif yang dikenal dengan sebutan “mandi godog” atau mandi rebus tengah menjadi perhatian di Kampung Cikole, Desa Cibinong Hilir, Kecamatan Cilaku, Cianjur. Praktik yang dilakukan di Padepokan Lahir Batin ini menggunakan media drum air yang dipanaskan sebagai sarana terapi utama.
Pimpinan Padepokan Lahir Batin, Idim Dimyati (70), menjelaskan bahwa meski terlihat ekstrem, proses pengobatan ini dilakukan dengan prosedur tertentu di mana pasien berendam di dalam drum yang dipanaskan menggunakan tungku api.
“Memang cara pengobatannya dengan direbus. Makanya disebutnya mandi godog atau mandi rebus. Tapi tidak direbus dalam air mendidih, melainkan mandi pakai air hangat secara langsung di drum air yang dipanaskan oleh tungku gas,” ujar Idim saat ditemui pada Senin (13/4/2026).
BACA JUGA: Polisi dan Warga Tangkap Monyet Liar yang Serang Anak di Cibeber Cianjur
Dalam prosesnya, pasien berada di dalam drum selama 10 hingga 20 menit saat suhu air meningkat secara bertahap. Setelah sesi pertama, pasien akan menjalani pemijatan sebelum kemudian menjalani proses perebusan tahap kedua.
Idim mengaku telah mendalami metode ini sejak 25 tahun lalu dari seorang guru di wilayah Bayah, Banten. Ia mengklaim bahwa metode ini memiliki landasan yang dapat dijelaskan secara fisik maupun spiritual.
“Kan jelas direbus ini untuk relaksasi tubuh. Bahkan setelahnya ada metode setrum, di mana mengalirkan listrik ke tubuh. Memicu reaksi otot agar tidak kaku. Jadi tidak mistis,” jelasnya.
BACA JUGA: Akses Desa di Cibeber Cianjur Terputus Longsor, Warga Keluhkan Lambannya Respon Pemerintah
Selain untuk penyakit fisik, padepokan ini juga melayani pasien yang meyakini terkena gangguan sihir. Untuk kasus tersebut, Idim menambahkan garam ke dalam air sebagai simbolisasi air laut dan mengombinasikannya dengan metode rukyah.
“Kalau yang kena sihir, kan kita sembuhkan pakai air laut. Salah satunya dengan ditambahkan garam. Reaksinya berbeda, tergantung dari jenis sihirnya,” kata Idim.
Ia menambahkan bahwa selama proses berlangsung, dirinya membacakan ayat-ayat tertentu. “Saat direbus akan dibacakan ayat penangkal sihir. Setelahnya juga. Jadi sebenarnya sama dengan rukyah, tapi metodenya mandi rebus,” lanjutnya.
Padepokan Lahir Batin telah beroperasi sejak tahun 2000. Meski dahulu jumlah pasien bisa mencapai puluhan orang per hari, saat ini intensitasnya menurun karena Idim telah membagikan ilmu pengobatannya kepada orang lain.
Mengenai biaya, Idim menyatakan tidak mematok tarif tertentu kepada para pasiennya. Ia mengedepankan prinsip kemanusiaan bagi warga yang membutuhkan bantuan medis alternatif.
“Seikhlasnya saya bayarnya, kalau memang tidak mampu saya gratiskan tidak usah bayar sepeser pun. Karena tujuannya membantu agar bisa sembuh dengan seizin yang Maha Penyembuh,” pungkasnya.***





















