Momentum Hari Jadi Ke-349, Pemkab Cianjur Akselerasi Pembangunan dan Lanjutkan Tren Positif IPM
CIANJURUPDATE.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur memanfaatkan momentum peringatan Hari Jadi ke-349 pada Minggu (12/7/2026) untuk memperkuat komitmen akselerasi pembangunan daerah. Salah satu fokus utama pemerintah saat ini adalah melanjutkan tren positif pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui program kolaborasi lintas sektoral.
Berdasarkan rilis data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, angka IPM Kabupaten Cianjur menunjukkan tren kenaikan yang konstan, yakni bertambah sebesar 0,95 poin menjadi 69,84 dari sebelumnya 68,89 pada tahun 2024. Peningkatan poin ini menjadi pijakan konkret bagi pemerintah daerah dalam mengejar target skor di atas 70, sekaligus upaya strategis untuk menaikkan angka rata-rata lama sekolah masyarakat yang saat ini berada di level 7,62 tahun.
Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa dinamika pencapaian IPM tersebut tidak terlepas dari kondisi sosiogeografis wilayah Cianjur yang membentang luas. Pihaknya menjadikan peningkatan indikator makro ini sebagai prioritas pembangunan ke depan.

"Terkait IPM, kita menyadari Cianjur memang memiliki daerah yang luas, masyarakat banyak. Bukan daerah perkotaan tapi kabupaten," ujar Wahyu saat memberikan keterangan usai peringatan Hari Jadi Cianjur, Minggu (12/7/2026).
"Tentu jadi cita cita kita semua untuk meningkatkan IPM. Kami bekerja keras dibantu berbagai elemen masyarakat, naikan pendidikan, kesehatan pembangunan. Semoga ke depannya IPM meningkat," kata Wahyu menambahkan.
Langkah Pemkab Cianjur ini mendapat dukungan langsung dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mendorong agar Pemkab Cianjur bersinergi memperluas keterjangkauan sarana pendidikan formal, khususnya guna mengentaskan hambatan jarak di wilayah selatan.
"Dorong anak-anak di selatan Cianjur untuk sekolah. Perbanyak layanan pendidikan, daerah mana yang jauh dari sekolah didafa. Siapkan lahannya oleh (Pemerintah) kabupaten, nanti dibangun Pemprov," tutur Dedi.
Dedi menilai, Cianjur sejatinya memiliki keunggulan kompetitif sebagai wilayah metropolitan alami dengan konfigurasi geografis yang sangat lengkap dibandingkan wilayah lain.
"Cianjur ini eskotik, tempat ini memiliki kesempurnaan wikayah. Punya gunung, laut, danau. Ada Produk pertanian unggulan, dan industri. Tidak semua daerah punya," kata Dedi.
"Tinggal dikelola, branding dan rebrandingnya didorong," lanjutnya.
Secara historis, Cianjur memiliki sejarah panjang sebagai pusat administrasi dan ibu kota Keresidenan Priangan sejak tahun 1677. Menanggapi rekam jejak tersebut, Bupati Wahyu menegaskan bahwa fokus pemerintah saat ini adalah membangkitkan kembali semangat membangun peradaban daerah.
“Ya, kalau menjadikan ibu kota lagi ya itu bukan kewenangan kami. Tapi yang jelas kita ingin mengembalikan lagi kejayaan Cianjur,” jelas Wahyu.
Untuk merealisasikan visi tersebut, Wahyu menyebutkan bahwa kemajuan daerah sangat membutuhkan partisipasi aktif dan berkesinambungan dari seluruh lapisan masyarakat.
“Termasuk juga membangun kesadaran kembali kepada masyarakat Cianjur, bahwa Cianjur ini milik kita bersama. Harus kita jaga bersama, kita bangun bersama. Mulai dari diri sendiri, mulai dari keluarga kita, mulai dari lingkungan yang paling dekat dulu,” tuturnya.
Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur
Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.


