Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Larangan Study Tour ke Luar Daerah, Pengusaha Travel Cianjur Minta Pemerintah Evaluasi Wisata Lokal

Terbit 25 Feb 2025 06:36 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Larangan Study Tour ke Luar Daerah, Pengusaha Travel Cianjur Minta Pemerintah Evaluasi Wisata Lokal — Cianjur Update
Situs Megalitikum Gunung Padang Cianjur. (Foto: istimewa)

– Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kabupaten Cianjur resmi melarang study tour ke luar daerah.

Kebijakan ini bertujuan mengurangi beban finansial orangtua siswa serta mengembalikan esensi edukasi dalam kegiatan tersebut.

Namun, para pengusaha travel meminta pemerintah lebih dulu menata destinasi wisata lokal sebelum menerapkan larangan.

Iklan sevilage

Mereka menilai infrastruktur pariwisata di Jawa Barat, khususnya Cianjur, masih belum tertata dengan baik.

Bupati Cianjur, dr Mohammad Wahyu, menyatakan kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari aturan Pemprov Jawa Barat.

Baca Juga
Kawal Perda Keolahragaan, Golkar Cianjur Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Atlet
Berita · Berita terkait

“Dari Pemprov kan sudah keluar larangannya. Jadi kami mengikuti kebijakan Pemprov dengan menerapkan hal yang sama,” ungkapnya, Senin (24/2/2025).

Menurutnya, kegiatan study tour saat ini telah melenceng dari tujuan utama.

“Sekarang malah seperti tour saja, tidak ada studynya. Jadi sudah melenceng. Ditambah ada sekolah yang malah mewajibkan, yang tidak ikut pun harus ikut bayar,” jelasnya.

Larangan ini hanya berlaku untuk study tour ke luar daerah. Sementara wisata edukasi dalam kota masih diperbolehkan.

“Silakan sekarang wisatanya dalam daerah. Karena di Cianjur juga banyak destinasi wisata yang indah, tak kalah dengan luar daerah,” tambahnya.

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Owner Atour Aja, Acep Makhdar, menyatakan bahwa kebijakan ini bisa diterima jika infrastruktur wisata lokal telah diperbaiki.

“Kami memahami tujuannya. Sebenarnya yang dilarang itu study tour ke luar daerah. Kami akan menerima, selama infrastruktur dan pengelolaan wisatanya sudah baik,” ujarnya.

Ia menilai destinasi wisata di Jawa Barat belum tertata rapi dan masih menghadapi kendala pungutan liar.

“Banyak destinasi wisata yang seadanya, belum tertata. Contohnya tiket dan parkir. Kalau di Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah onestop service, sementara di Jawa Barat masih tercecer,” paparnya.

Hal serupa diungkapkan Owner HIC Travel, Abe. Ia menyebut buruknya pengelolaan wisata lokal menjadi alasan sekolah lebih memilih study tour ke luar daerah.

Baca Juga
Ratusan Massa Gelar Aksi Tolak LGBT, Datangi Tiga Kafe di Cianjur
Berita · Berita terkait

“Jangan menyalahkan travel yang seolah merekomendasikan luar daerah, padahal sekolah yang memilih. Wajar jika mereka memilih daerah lain karena penataan wisata di Jawa Barat belum maksimal,” tuturnya.

Para pelaku usaha travel berharap pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh sebelum mengeluarkan kebijakan.

“Evaluasi juga di lingkungan Pemkab, karena kita tahu penyimpangan terjadi di mana. Wisata lokal bisa lebih menarik jika dikelola dengan baik,” pungkasnya.

Editor: Afsal Muhammad

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Rendy Irawan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{