Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Jangan Sampai Terjadi Gelombang Kedua Covid-19 di Cianjur!

Terbit 29 Jun 2020 05:12 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan

Jelang AKB, Masyarakat Diminta Patuhi Protokol Kesehatan

– Jelang masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal, masyarakat dinilai mulai lupa protokol kesehatan. Hal itu dianggap dapat menjadi pemicu adanya penyebaran virus Corona atau Covid-19 gelombang kedua di Cianjur.

Juru Bicara Pusat Informasi Covid-19 Kabupaten Cianjur, dr Yusman Faisal mengatakan, bisa saja Kabupaten Cianjur terjadi gelombang kedua penularan Covid-19. Hal itu pun sudah terjadi di negara lain.

Iklan sevilage

“Kalau udah ada pengalaman di negara lain kemungkinan itu bisa saja terjadi. Apalagi kalau masyarakatnya belum sepenuhnya patuh dengan aturan dari pemerintah,” ucap dia di Kantor Bawaslu Cianjur, Sabtu (27/06/2020).

Baca Juga
FBI DPC Cianjur Salurkan Air Bersih, Bantu Warga Terdampak Kekeringan di Cibeber
Berita · Berita terkait

Ia mengatakan, ketidakpatuhan dan euforia berlebihan dari masyarakat yang dapat menjadi faktor utama munculnya gelombang kedua Covid-19.

“Ketidakpatuhan atau euforia tang berlebihan dari masyarakat sehingga mereka lupa dengan protokol kesehatan yang herus dijalankan,” jelas dia.

Namun, bisa saja hal itu merupakan arah menuju ke Herd Immunity. Meski begitu pihaknya tidak menganjurkan Herd Immunity karena beresiko sangat besar bagi kematian masyarakat.

“Bisa, hanya saja kan herd immunity itu tindakan terakhir mungkin ya. Kita di bidang kesehatan tidak menganjurkan tentunya kalau menjalankan kebijakan ke arah herd immunity tentunya pasti akan ada angka kematian yang cukup besar. Walaupun nanti yang bertahan akan banyak.” tutupnya.

Baca Juga
Honda Beat Karyawan PNM Mekaar di Cianjur Dicuri, Aksinya Terekam CCTV
Berita · Berita terkait

Jangan sampai sia-sia

Sementara itu, ketidakpatuhan yang sudah terlihat di masyarakat membuat mereka yang patuh merasa sia-sia berdiam diri di rumah. Padahal terhitung kurang lebih tiga bulan anjuran di rumah saja disosialisasikan.

“Kalau gini ya saya merasa sia-sia diem di rumah tiga bulan. Buat apa? Kalau pada akhirnya Covid belum beres tapi udah pada lepas protokol,” ujar Rahma, warga Kampung Nagrak, Desa Nagrak, Kecamatan Cianjur, Senin (29/06/2020).

Ia pun merasa kasihan, terutama kepada tenaga medis yang sudah berupaya keras.

“Jelas. Tenaga medis itu kan dari awal ada sampai sekarang kerja terus, gadang terus. Di Cianjur banyak juga tenaga medis yang sampai sekarang gak bisa berkumpul dengan keluarganya.” tutupnya.(afs/rez)

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Afsal Muhammad | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{