Berita

Jadi Lokasi Kejuaraan Internasional, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Sepekan Mulai 23 Juli 2026

CIANJURUPDATE.COM — Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) akan menutup sementara seluruh aktivitas pendakian dan kunjungan wisata umum selama sepekan pada Juli 2026 mendatang. Kebijakan ini diambil lantaran kawasan konservasi tersebut dipilih menjadi lokasi kejuaraan Jakarta Open Trail Run (JOTR) serta rangkaian agenda South East Asia Trail Running Confederation.

Humas BBTNGGP, Agus Deni, menjelaskan bahwa sterilisasi kawasan dari aktivitas publik ini memiliki payung hukum berupa Surat Edaran (SE) Nomor 11 dan 12 Tahun 2026 yang diterbitkan oleh pihak manajemen balai besar.

“Betul ada pembatasan kegiatan pendakian dan wisata. Jadi ditutup sementara bagi umum, khusus untuk peserta JOTR yang beraktivitas di kawasan Gunung Gede Pangrango,” ujar Agus Deni, Selasa (23/6/2026).

BACA JUGA: Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Dua Hari Saat Idul Adha

Deni mengonfirmasi bahwa ajang olahraga lari lintas alam berskala internasional tersebut akan berlangsung selama tujuh hari berturut-turut, tepatnya mulai tanggal 23 Juli hingga 29 Juli 2026.

“Kegiatan selama tujuh hari. Jadi selama itu pendakian dan kunjungan wisata ditutup untuk umum,” katanya menambahkan.

Mengenai administrasi pendakian, manajemen memastikan kebijakan penutupan ini tidak menimbulkan kerugian materi bagi calon pendaki. Pihak pengelola menegaskan tidak ada mekanisme penjadwalan ulang (reschedule) maupun pengembalian dana (refund), karena kuota pada tanggal tersebut memang belum dialokasikan di sistem.

“Kalaupun ada yang berencana mendaki dan berwisata di waktu tersebut, silakan jadwalkan ulang lagi. Kalau penjadwalan di sistem belum ada, karena kan belum dibuka waktu pendaftaran tersebut,” papar Deni.

Di samping fokus pada kelancaran kompetisi, momentum penutupan ini akan dimanfaatkan oleh Balai Besar TNGGP untuk melakukan pemeliharaan sarana prasarana. Tim teknis dijadwalkan turun ke lapangan guna merehabilitasi sejumlah fasilitas umum yang mengalami kerusakan fisik akibat tindakan tidak bertanggung jawab dari oknum pengunjung sebelumnya.

“Fasilitas tentunya dicek dan diperbaiki apabila ada yang masih rusak. Ini juga untuk fasilitas jangka panjang, agar pendaki mendapat fasilitas yang nyaman ke depan,” pungkasnya.***

TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
PlayPause
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-8
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-7
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-4
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-3
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-5
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-9
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-2
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Nikmati berita tanpa iklan berlebih. Dukungan Anda memastikan kami tetap jujur, berani, dan independen demi kepentingan publik di Cianjur.

  • Mendukung Jurnalisme Kritis & Independen
  • Menjaga Website Tetap Minim Iklan
  • Donasi Seikhlasnya Tanpa Nominal Paksaan