Tekan Enter untuk mencari · Esc untuk menutup

Cianjur Update
Beranda Berita Nasional & Regional Pendidikan Bisnis & UMKM Olahraga Gaya Hidup Hiburan Otomotif Tips dan Tutorial Teknologi & Gadget Tentang Kami Kontak
Berita

Harga Gabah Cianjur Anjlok Saat Musim Panen 2025, Petani Merugi

Terbit 12 Apr 2025 06:04 WIB · 1 menit dibaca
Bagikan
Harga Gabah Cianjur Anjlok Saat Musim Panen 2025, Petani Merugi — Cianjur Update
Harga gabah di Cianjur turun drastis saat musim panen 2025. Petani terancam merugi akibat harga jual hanya Rp 5.200–Rp 5.400 per kilogram. (Foto: Hasan Cacan/cianjurupdate.com)

– Kabupaten Cianjur dikenal sebagai sentra penghasil beras pule dan gabah berkualitas. Daerah ini menjadi salah satu penyumbang terbesar kebutuhan beras nasional setiap tahunnya.

Memasuki musim panen 2025, produksi gabah di Cianjur mengalami penurunan signifikan. Kondisi ini berdampak langsung terhadap harga jual gabah dari tingkat petani ke pasar.

Obink Putra, salah satu tangkulak di Cianjur, mengungkapkan fakta terkini soal harga gabah.

Iklan sevilage

BACA JUGA: Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Dorong Dinkes Lakukan Langkah Cepat Atasi Kasus Chikungunya di Bojongpicung

Baca Juga
Kawal Perda Keolahragaan, Golkar Cianjur Dorong Prestasi dan Kesejahteraan Atlet
Berita · Berita terkait

“Untuk musim panen sekarang harga gabah Rp 5.200 sampai dengan Rp 5.400 per kilogramnya, tergantung jenis gabahnya,” ucapnya, Sabtu (12/04/2025).

Obink menjelaskan bahwa musim panen sebelumnya harga jual gabah jauh lebih tinggi.

“Lebih bagus musim panen sebelumnya untuk para petani bisa menjual gabah Rp 5.700 sampai Rp 6.000 per kilogram,” sambungnya.

BACA JUGA: Agrishow Munggahan Bari Ngaduren di Cianjur, Surga Durian Lokal dan Produk Petani

Baca Juga
Prestasi Pramuka Garuda di SMKN 1 Cianjur, Lima Siswa Dikukuhkan
Berita · Berita terkait

Ia menambahkan, harga gabah selalu bervariasi di setiap musim panen. Perbedaan harga terjadi mulai dari tingkat petani, tangkulak, hingga ke pabrik penggilingan.

“Pastinya berbeda dari harga petani, tangkulak, atau dari pabrik, kalau sudah sampai pabrik bisa sampai Rp 6.000 atau Rp 7.500 per kilogramnya,” terangnya.

Penurunan harga ini dinilai memberatkan petani yang berharap hasil panen dapat menopang biaya produksi. Kondisi cuaca dan kualitas gabah juga menjadi faktor utama fluktuasi harga di pasar.

BACA JUGA: Petani Cianjur Keluhkan Harga Gabah Terlalu Rendah, Minta Bulog Segera Bertindak!

Baca Juga
Ratusan Massa Gelar Aksi Tolak LGBT, Datangi Tiga Kafe di Cianjur
Berita · Berita terkait

Banyak petani di Cianjur kini berharap adanya intervensi dari pemerintah daerah. Mereka meminta stabilisasi harga gabah agar tidak selalu anjlok saat musim panen berlangsung.

Selain itu, program penyerapan hasil pertanian melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) dinilai perlu dioptimalkan. Langkah ini penting untuk melindungi kesejahteraan petani dan menjaga ketahanan pangan nasional.

Musim panen tahun ini menjadi refleksi betapa pentingnya sistem distribusi gabah yang adil dan transparan. Semua pihak diharapkan dapat berkolaborasi memperbaiki tata niaga gabah di Cianjur dan wilayah sekitarnya.

Editor: Afsal Muhammad

QRIS Cianjur Update

Dukung Jurnalisme Lokal Cianjur

Kontribusi Anda membantu kami menghadirkan berita akurat dan independen untuk Cianjur. Scan QRIS — nominal bebas.

PT Inti Media Cianjur QRIS didukung GoPay, OVO, Dana, dan semua bank
Penulis: Hasan Cacan | Editor: Redaksi
Preferensi Sumber Google
🎉 Selamat HUT ke-349 Cianjur Lihat Semua →
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
Iklan HUT Cianjur
×
{