Dirapel Tiga Hari, Begini Penampakan Menu MBG Saat Ramadan di Beberapa Wilayah Cianjur
CIANJURUPDATE.COM – Progam Makan Bergizi Gratis (MBG) pada saat Ramadan 2026 masih berjalan. Berdasarkan informasi yang dihimpun Cianjur Update, beberapa Sekolah Dasar (SD) di wilayah Utara Kabupaten Cianjur, menunya cukup beragam.
Bahkan bukan hanya sehari sekali ngasih menu, tapi dirapel sekaligus tiga hari dengan menu yang diberikan kepada para siswa.
Untuk penerima menu MBG siswa SD di wilayah Ciherang Kecamatan Pacet misalnya, terdapat tiga kotak susu UHT 200 ml, dua bungkus roti, dan satu buah apel.
BACA JUGA: 22.275 Dapur MBG Beroperasi, Presiden Prabowo Klaim Ciptakan 1 Juta Lapangan Kerja
Berbeda di wilayah Batulawang Kecamatan Cipanas, siswa menerima tiga kotak susu UHT 115 ml, dua bungkus roti, satu buah telur, satu buah apel, sebungkus kurma, dan sebungkus kacang goreng.
Mengutip dari situs resmi Badan Gizi Nasional (BGN), ada penyesuaian pembagian MBG selama bulan Ramadan sesuai dengan karakteristik penerima. Berikut rinciannya.
Untuk peserta didik sekolah di wilayah yang mayoritas menjalankan puasa, BGN akan tetap membagikan makanan pada saat jam sekolah untuk kemudian dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka puasa.
BACA JUGA: MBG Capai 60 Juta Penerima, Prabowo Targetkan 82 Juta pada Desember 2026
Di wilayah dengan mayoritas penerima manfaat yang menjalankan puasa, MBG dapat diberikan dalam bentuk makanan kemasan sehat.
Di daerah yang mayoritas tidak berpuasa, pelaksanaan MBG akan berjalan seperti biasa.
Di lingkungan pesantren, MBG akan dibagikan menjelang waktu berbuka puasa.
Penerima manfaat MBG seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal. Balita tidak terkena kewajiban puasa, sehingga tidak ada perubahan dalam pembagian MBG.
Khusus untuk pelaksanaan MBG di pesantren dan sekolah berasrama (boarding school) muslim, pengolahan makanan dilakukan pada siang hari untuk disajikan pada waktu berbuka puasa atau dapat disesuaikan waktunya sesuai dengan koordinasi antara Kepala SPPG dengan PIC Satuan Pendidikan pesantren dan sekolah berasrama (boarding school).
Khusus untuk pelaksanaan MBG bulan Ramadan di Provinsi Aceh dan Sumatera Barat, SPPG melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat dan menyesuaikan dengan kearifan budaya, adat, kebiasaan, dan hukum yang berlaku.
BACA JUGA: Dua Siswa SD di Sukanagara Diduga Keracunan MBG
Dalam penetapan menu MBG selama Ramadan, tidak dianjurkan menyajikan makanan yang cepat basi, bercita rasa pedas, maupun yang berpotensi menimbulkan insiden keamanan pangan. Selain itu, penerima MBG akan menerima menu dalam paket kemasan sehat yang makanannya tidak menggunakan produk pabrikan ultra processed food (UPF).
UPF merupakan makanan yang dibuat melalui serangkaian proses industri dengan menggunakan bahan tambahan seperti pengawet, pewarna, dan perasa. Tujuan utama industri makanan ultraproses ini dibuat agar produk siap santap, tahan lama, dan mudah disajikan.
“Rekomendasi menu untuk makanan kemasan meliputi telur asin, abon, dendeng kering, buah, atau makanan khas lokal lainnya, serta kurma (opsional) dengan tetap memperhatikan keamanan pangan, mutu makanan, serta standar gizi menurut kelompok usia penerima manfaat,” kata Kepala BGN, Dadan Hindayana.***





















