Satgas MBG Cianjur Investigasi SPPG Cisarandi 2 soal Dugaan Telur Berbelatung
CIANJURUPDATE.COM – Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Cianjur bersama Dinas Kesehatan dan Dinas Ketahanan Pangan turun langsung ke SPPG Cisarandi 2 pada Kamis (9/4/2026). Langkah ini dilakukan menyusul viralnya video yang memperlihatkan menu telur diduga berulat.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, I Made Setiawan, mengatakan pihaknya turun langsung ke lapangan bersama Ketua Satgas MBG dan Kepala Dinas Ketahanan Pangan untuk memastikan kebenaran informasi yang beredar.
“Hari ini kami turun langsung ke lapangan bersama Ketua Satgas MBG dan Pak Kadis Pangan untuk mengecek bagaimana kebenaran di lapangan. Kami juga berkomunikasi dengan pihak SPPG, pihak sekolah, hingga satgas di tingkat kecamatan,” ujarnya.
BACA JUGA: Menu MBG di SDN Cisarandi 1 Warkon Terdapat Belatung, Guru: Siswa Tak Mau Makan, Jijik!
Menurutnya, hasil penelusuran sementara belum dapat dijadikan kesimpulan final. Namun dari hasil supervisi di dapur SPPG, ditemukan sejumlah hal yang perlu disesuaikan dengan regulasi baru.
Ia menyebut, dari total 2.799 porsi yang didistribusikan, hanya satu porsi yang disebut berbeda dari menu seharusnya. Temuan itu justru menjadi perhatian serius tim investigasi.
“Kalau benar hanya satu dari 2.799 porsi yang berbeda, tentu ini menjadi tanda tanya bagi kami. Karena itu kami masih mendalami alur pendistribusian, apakah ada celah atau kemungkinan miss komunikasi di lapangan,” katanya.
Selain menelusuri dugaan menu bermasalah, tim juga mengidentifikasi sejumlah pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi oleh pihak SPPG Cisarandi 2. Di antaranya instalasi pengolahan air limbah (IPAL) , ruang pengemasan, serta ruang pencucian yang masih memerlukan perbaikan.
BACA JUGA: SPPI Cianjur Lakukan Investigasi Soal Dugaan Temuan Belatung Menu MBG SDN Cisarandi
“Secara detail sudah dilakukan identifikasi dan pihak yayasan juga sudah menyatakan kesiapan untuk melakukan pembenahan sesuai regulasi baru,” tambahnya.
Meski demikian, Satgas MBG menegaskan hingga saat ini belum dapat menyimpulkan penyebab pasti munculnya video viral tersebut. Pengumpulan data masih terus dilakukan dan ditargetkan rampung dalam waktu satu pekan.
“Belum bisa kami simpulkan apa penyebabnya. Kami masih mengumpulkan data, mudah-mudahan dalam satu minggu sudah ada hasil,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala SPPG Cisarandi 2, Dias Nugraha, menjelaskan bahwa dirinya pertama kali menerima kiriman video tersebut pada pukul 08.00 WIB dan langsung melakukan koordinasi internal bersama staf serta ahli gizi.
“Hasil kroscek ke sekolah, memang benar ada telur dalam video itu. Namun telur tersebut tidak sesuai dengan menu yang kami distribusikan pada hari Selasa, 7 April. Saat itu menu kami adalah tahu, ayam, sayuran, dan semangka,” ujarnya.
Dias menambahkan, tampilan makanan dalam video juga berbeda dengan sampel yang diterima pihaknya. Dalam video, hanya terlihat telur dan sayuran, sedangkan menu resmi yang dikirim lengkap sesuai daftar distribusi.
Terkait viralnya video tersebut, pihak SPPG mengaku belum bisa memastikan di titik mana persoalan terjadi. Namun evaluasi internal langsung dilakukan untuk mencegah kejadian serupa.
“Ini belum jelas titik kelemahannya dari mana. Yang pasti kami terus evaluasi internal, karena tidak menutup kemungkinan kejadian bisa terjadi di mana saja,” katanya.
Ia juga menegaskan pentingnya komunikasi langsung dari pihak sekolah kepada SPPG apabila ditemukan kekurangan atau kejanggalan pada menu makanan, agar dapat segera ditindaklanjuti.
Pemerintah daerah berharap investigasi ini dapat memperjelas duduk perkara sekaligus menjadi bahan evaluasi agar program MBG sebagai program strategis nasional dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.***





















