Waspada Modus Penipuan Mengatasnamakan Karyawan Yayasan Syekh Ali Jaber dan Murid Syekh Muhammad Jaber
CIANJURUPDATE.COM – Manajemen Yayasan Syekh Ali Jaber mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat menyusul maraknya aksi penipuan yang mencatut nama yayasan dan keluarga besar almarhum Syekh Ali Jaber.
Dalam aksinya, pelaku menggunakan atribut keagamaan untuk mengelabui warga, memborong dagangan UMKM, hingga membawa kabur kendaraan bermotor.
Kasus terbaru menimpa sejumlah pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sekitar lingkungan Yayasan pada Selasa (10/3/2026) malam.
BACA JUGA: Dugaan Penipuan Travel Umrah Sukabumi Terungkap di Bandara, Kerugian Capai Ratusan Juta Rupiah
Seseorang tak bertanggung jawab mengaku sebagai karyawan Yayasan Syekh Ali Jaber dan memborong barang dagangan warga.
Untuk meyakinkan korbannya, pelaku meminta nomor rekening pedagang dan menjanjikan bahwa seluruh pembayaran akan dilunasi oleh pihak yayasan. Nahasnya, pelaku langsung melarikan diri tanpa membayar sepeser pun.
Bahkan, dalam kesempatan yang sama, pelaku nyaris membawa kabur sebuah sepeda motor milik warga dengan modus meminjam kendaraan.
BACA JUGA: AlohaFest 3.0 Batal Digelar, Promotor Pastikan Tanggung Jawab Refund dan Bantah Isu Penipuan
Aksi kejahatan dengan membawa nama besar keluarga Syekh Ali Jaber ternyata bukan kali pertama terjadi. Sebelumnya, kasus serupa menimpa seorang warga di Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (28/2/2026).
Seorang pria yang mengaku sebagai murid dari pendakwah Syekh Muhammad Jaber berhasil mengelabui warga setempat. Pelaku yang dikenal masyarakat sebagai seorang mualaf dan hafizh (penghafal) Al-Qur’an ini bahkan sempat dipercaya untuk mengimami shalat berjamaah.
Dengan memanfaatkan kepercayaan tersebut, pelaku meminjam sepeda motor milik warga dengan dalih ingin menjemput teman. Namun hingga berita ini diturunkan, pelaku beserta sepeda motor tersebut tak kunjung kembali.
Menanggapi rentetan insiden yang meresahkan ini, perwakilan Manajemen Yayasan Syekh Ali Jaber, Ust. Zulkifli Tanor, memberikan klarifikasi resmi sekaligus kecaman keras terhadap tindakan para pelaku.
“Kami dari keluarga besar Yayasan Syekh Ali Jaber sangat prihatin dan mengecam keras tindakan keji oknum-oknum tersebut. Kami tegaskan bahwa pelaku penipuan UMKM di sekitar yayasan bukanlah karyawan kami. Begitu pula oknum di Purwakarta, ia sama sekali tidak memiliki hubungan kemuridan dengan Syekh Muhammad Jaber,” tegas Ust. Zulkifli Tanor dalam keterangan tertulisnya, Selasa (10/3/2026).
Lebih lanjut, Ust. Zulkifli mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terpedaya oleh klaim sepihak atau penampilan luar seseorang yang membawa-bawa nama yayasan untuk kepentingan pribadi.
“Segala bentuk program, kegiatan, maupun transaksi yang mengatasnamakan Yayasan Syekh Ali Jaber selalu memiliki legalitas yang jelas, surat tugas resmi, dan disalurkan melalui rekening lembaga, bukan perorangan,” tambahnya.
Pihak yayasan meminta masyarakat, khususnya jamaah masjid dan pelaku UMKM, untuk selalu melakukan verifikasi ke pusat informasi resmi yayasan jika menemukan permintaan barang, uang, atau fasilitas yang mencurigakan.
Yayasan juga mendorong para korban untuk segera melapor ke pihak kepolisian agar kasus ini dapat diusut tuntas, dan menyatakan kesiapannya untuk bersikap kooperatif dalam memberikan keterangan kepada aparat penegak hukum.





















