Jelang Ramadhan dan Idul Fitri Pertamina Patra Niaga Pastikan Stok BBM dan Elpiji Aman
CIANJURUPDATE.COM — PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan elpiji dalam kondisi aman serta mencukupi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan bahwa ketersediaan energi di wilayah operasinya, termasuk Jawa Barat, masih terjaga dengan baik dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama periode Ramadan hingga Idulfitri, bahkan setelahnya saat aktivitas kembali normal.
“Stok BBM dan elpiji di wilayah Regional Jawa Bagian Barat dalam keadaan aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, baik selama masa Ramadan dan Idulfitri maupun setelahnya,” ujar Susanto, Selasa (10/3/26).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Regional JBB Gelar Upskilling Konservasi Pesisir di Pulau Untung Jawa
Ia menjelaskan, angka stok BBM yang sering disebutkan kepada publik merupakan stok berjalan, bukan stok yang bersifat tetap atau akan habis dalam hitungan waktu tertentu. Artinya, pasokan BBM akan terus diperbarui secara berkelanjutan sehingga ketersediaannya tetap terjaga.
“Stok yang dimaksud adalah stok berjalan, bukan stok mati. Jadi bukan berarti dihitung mundur lalu habis. Konsepnya seperti toren air yang terus terisi kembali ketika mulai berkurang,” jelasnya.
Untuk wilayah Kabupaten Cianjur, Susanto menyebut pasokan BBM disuplai dari Terminal BBM Padalarang melalui mobil tangki yang kemudian didistribusikan ke sejumlah SPBU. Hingga saat ini, distribusi tersebut berjalan lancar tanpa hambatan.
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Siagakan Layanan Khusus Hadapi Libur Nataru di Cianjur
Menurutnya, meskipun dalam beberapa waktu terakhir wilayah Jawa Barat sering diguyur hujan, kondisi tersebut tidak sampai mengganggu jalur distribusi BBM dari terminal menuju SPBU.
“Dalam tiga minggu terakhir tidak ada laporan bencana yang menghambat distribusi BBM. Pasokan mobil tangki ke SPBU berjalan normal,” katanya.
Pertamina juga telah melakukan berbagai langkah antisipasi menjelang puncak arus mudik dan peningkatan konsumsi BBM. Salah satunya dengan memperkuat stok di sejumlah SPBU.
Susanto menyebut peningkatan permintaan BBM diprediksi terjadi mulai pertengahan Maret 2026, seiring dengan dimulainya arus mudik Lebaran.
“Kami sudah mulai melakukan build up atau penguatan stok di SPBU, karena diperkirakan akan terjadi peningkatan permintaan sekitar tanggal 13 hingga 20 Maret, saat arus mudik mulai meningkat,” ini ungkapnya.
Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan panic buying atau membeli BBM secara berlebihan karena ketersediaan stok dijamin aman.
Selain itu, masyarakat diminta tidak menimbun BBM, terutama BBM subsidi, karena tindakan tersebut dapat merugikan masyarakat luas dan berpotensi melanggar hukum.
“Kami mengimbau masyarakat membeli BBM secukupnya sesuai kebutuhan. Jangan menimbun, terutama BBM subsidi, karena itu merupakan pelanggaran dan merugikan masyarakat,” tegasnya.
Pertamina memastikan seluruh rantai distribusi energi dari hulu hingga hilir terus dipantau secara terpadu untuk menjamin ketersediaan pasokan di masyarakat.
“Pertamina merupakan perusahaan energi terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga seluruh pergerakan stok dapat dimonitor dengan baik,” pungkasnya.***





















