CIANJURUPDATE.COM – Sejumlah warga di Desa Sukagalih, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, mempertanyakan penyaluran Bantuan Sosial Kesejahteraan Rakyat (Bansos Kesra) yang diduga mengalami pemotongan oleh oknum di aparat desa setempat.
Isu ini mencuat dan menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial beberapa waktu kemarin, termasuk di grup komunitas warga setempat.
Dugaan praktik pemotongan dana bantuan ini mulai ramai dibahas setelah beberapa akun media sosial mengunggah keluhan warga terkait adanya selisih nominal uang yang diterima.
BACA JUGA: Pemdes Sukamanah Cugenang Pasang Label ‘Pra Sejahtera’ di Rumah Penerima Bansos
Kasus ini viral dan memancing reaksi beragam dari warganet yang mendesak transparansi penggunaan dana desa.
Seorang warga yang meminta di rahasiakan identitasnya, saat dimintai keterangan, mengungkapkan kronologi kejadian yang dialami oleh para penerima manfaat. Menurutnya, bantuan yang seharusnya diterima utuh diduga dipangkas dengan nominal bervariasi.
“Kronologi nya ada pemotongan bansos kesra yang 900 ribu dipotong pihak desa sebesar 100 ribu /150 ribu,” ungkapnya.
Dia menjelaskan bahwa pihak desa dikabarkan telah mengklaim bahwa uang potongan tersebut sudah dikembalikan. Namun, dia menegaskan bahwa di lapangan, warga mengaku belum menerima pengembalian dana tersebut.
“Keterangan dari lurah Sukagalih sudah dikembalikan padahal masyarakat tidak menerima pengembalian,” lanjutnya.
Ketidakjelasan peruntukan dana hasil pemotongan tersebut menjadi sorotan utama warga. Selain itu, warga juga mengaku mendapatkan tekanan agar tidak memviralkan masalah ini.
BACA JUGA: Cara Cek Bansos kemensos.go.id 2024 Bulan November, Sudah Cair Sekarang Juga
“Yg jadi pertanyaan sekarang dana pemotongan itu buat apa, tidak diterangkan ke masyarakat, masyarakat hanya di suruh jangan di viral kan gitu,” tambahnya.
Selain masalah Bansos, dia juga menyoroti transparansi penggunaan dana desa untuk pembangunan fisik di wilayahnya. Ia berharap informasi ini dapat sampai ke telinga Bupati Cianjur dan aparat penegak hukum agar segera dilakukan pengusutan.
“Usut juga dana desa digunakan apa saja, soal nya saya liat ada pembanguan dengan dana desa di wilayah RT saya fungsi bangunan itu tidak jelas untuk apa,” ujarnya.
Sementara itu, dalam percakapan yang beredar di media sosial, disebutkan bahwa laporan mengenai kasus ini diduga sudah sampai ke tingkat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) karena penanganan di tingkat kecamatan dinilai lambat.
BACA JUGA: Ruang Kelas SDN Sukagalih yang Nyaris Ambruk Akan Diperbaiki Tahun 2023
“Ges nepi ka dewan cenah. Da pihak kacamatan lemot,” tulis salah satu warga dalam tangkapan layar percakapan yang beredar.
Terpisah, Kepala Desa Sukagalih, Dudi Aryadikara menjelaskan bahwa dugaan yang disebutkan masyarakat dan sudah beredar di media sosial, tidak benar.
Ia mengaku, bahwa dugaan pemotongan tidak ada kaitannya dengan Pemerintah desa, apalagi untuk kepentingan kepala desa.
BACA JUGA: Rumah di Sukagalih Cianjur Kebakaran, Pemilik Rugi Puluhan Juta Rupiah
“Jadi gini kang, itu kan anggaran bansos 2025. Dibagikan 31 Desember 2025 di Kantor Pos sampai jam 16.00 waktu setempat. Nah karena tak ada pengawalan oleh satgas dan bu Sekdes karena sedang acara tahun baruan, otomatis pencairan warga Desa Sukagalih itu kedorong oleh desa lain, akhirnya saya ngotot dan nego yang disaksikan oleh pihak kepolisian dan sebagainya supaya bisa dicairkan di hari itu, karena kalau sampai gak bisa, akan lebih berbahaya,” tutur Dudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis 22 Januari 2026.
Setelah itu, diakui Kades, bahwa ada informasi ramai dugaan pemotongan pasca pencairan bansos tersebut. Namun, ia tak tinggal diam, dan langsung menginvestigasi soal kabar itu ke masyarakat. Meskipun menurutnya memang ada yang menerima tanda terimakasih warga ke para RT.
“Memang ada yang ngasih katanya ke para RT, ada yang ngasih 10 ribu hingga 100 ribu. Tapi yang jadi salahnya, ada yang ngasih 100 ke RT, tapi si RT tersebut minta lagi untuk uang rokok. Sehingga karena mungkin tidak suka, akhirnya memviralkan soal itu,” kata Kades.
BACA JUGA: Ruang Kelas SDN Sukagalih yang Nyaris Ambruk Akan Diperbaiki Tahun 2023
Setelah ramai, Kades pun akhirnya diklarifikasi oleh sejumlah pihak terkait seperti pemerintah kecamatan, termasuk Inspektorat Daerah atau Itda.
“Jadi memang setelah diklarifikasi itu, sebetulnya sudah saya kembalikan ke masyarakat yang merasa kurang hasil bansos tersebut. Bahkan saya rela menggadai mobil senilai Rp 20 jutaan untuk supaya bisa tertutupi lagi uang kekurangan masyarakat,” ungkapnya.
Pihaknya menegaskan, bahwa Pemerintah Desa sama sekali tidak memerintahkan bahkan menerima uang dari pencairan bansos kersa itu.
“Saya tidak akan menyalahkan RT atau siapapun, karena tidak ada prajurit yang salah. Makanya saya tanggung jawab ke masyarakat, dan sebetulnya persoalan ini tuh sudah beres, bahkan sudah terkonfirmasi ke sejumlah pihak terkait,” kata Kades.***
