Salat Idul Adha di Kodim 0608 Cianjur, Jamaah Diajak Teladani Nabi Ibrahim di Era Digital
CIANJURUPDATE.COM – Pelaksanaan Salat Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 Hijriah di Masjid At-Takwa Kompleks Kodim 0608/Cianjur, Rabu (27/5/2026), berlangsung khidmat. Dalam momentum Hari Raya Idul Adha tersebut, jamaah diajak menanamkan nilai ketulusan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara melalui ibadah kurban.
Khutbah Idul Adha disampaikan oleh Kepala KUA Campaka Kementerian Agama Kabupaten Cianjur, Ustadz A.Pajruroji, S.Pd.I dengan tema “Meneladani Nabi Ibrahim dalam Kehidupan Era Modern”.
Dalam khutbahnya, ia menyampaikan bahwa Hari Raya Idul Adha menjadi pengingat atas keteladanan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam dalam menjalankan perintah Allah SWT dengan penuh kesabaran dan keikhlasan.
“Hari Raya Idul Adha menyegarkan kembali ingatan kita tentang keutamaan keluarga Nabi Ibrahim Alaihissalam, tentang ketaatan dan kesabaran dalam melaksanakan perintah Allah, walaupun harus rela mengorbankan belahan jiwanya, Ismail Alaihissalam,” ujarnya.
BACA JUGA: Warga Cianjur Diminta Takbiran dan Salat Idul Adha di Rumah, Satpol PP Antisipasi Arak-arakan
Menurutnya, Nabi Ibrahim menunjukkan bentuk kepatuhan tertinggi kepada Allah SWT dengan mengesampingkan perasaan dan logika demi menjalankan perintah-Nya. Keteladanan tersebut menjadikan keluarga Nabi Ibrahim sebagai gambaran keluarga sakinah dan suri teladan bagi umat manusia.
Ia juga mengutip firman Allah dalam QS Al-Mumtahanah ayat 6 yang menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim dan umatnya merupakan teladan bagi orang-orang yang mengharap rahmat Allah dan keselamatan di hari akhir.
Selain menekankan nilai ketaatan dan pengorbanan, Ustadz Pajruroji yang juga dikenal ustadz Ngopi menyoroti pentingnya pendidikan akhlak di tengah tantangan era digital saat ini. Menurutnya, orang tua harus mampu menanamkan nilai-nilai moral kepada anak tanpa kekerasan dan pemaksaan, sebagaimana dicontohkan Nabi Ibrahim saat berdialog dengan Nabi Ismail.
“Pendidikan akhlak berperan sebagai benteng moral di era digital untuk memfilter kemerosotan moral seperti perundungan, konten negatif, hoaks, judi online hingga pinjaman online yang merusak masa depan generasi muda,” katanya.
BACA JUGA: Ketua MUI Cianjur Ingatkan Protokol Kesehatan saat Kurban dan Salat Idul Adha
Ia menegaskan, pendidikan akhlak harus menjadi kompas moral bagi generasi muda agar tidak hanya cerdas teknologi, tetapi juga memiliki adab, tanggung jawab digital, serta mampu memanfaatkan teknologi untuk kebaikan.
Dalam khutbahnya, ia juga mengajak umat Islam menjadikan ibadah kurban sebagai sarana membangun empati sosial, solidaritas, dan kepedulian terhadap kaum fakir miskin serta dhuafa.
“Pembagian daging kurban pada hakikatnya membangun kesetiakawanan dan solidaritas sosial umat Islam dalam memupuk rasa kebersamaan serta nilai-nilai persaudaraan,” ungkapnya.
Ia berharap semangat meneladani Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, dengan mengikis sifat egois, sombong, tamak, dan dengki, serta mempererat tali silaturahmi di tengah masyarakat.
Di akhir khutbahnya, Ustadz Pajruroji mendoakan agar seluruh umat Islam diberikan keberkahan dan kemudahan rezeki sehingga dapat melaksanakan ibadah kurban di tahun-tahun mendatang.
“Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang senantiasa berserah diri kepada-Nya dalam segala keadaan, dan semoga ibadah kurban kita diterima Allah sebagai amal saleh,” tutupnya.***





















