Berita

Desa Sukaraharja Jadi Satu-satunya Desa Tertinggal di Jawa Barat, Ini Respons Bupati Cianjur 

CIANJURUPDATE.COM – Desa Sukaraharja yang terletak di Kecamatan Kadupandak, Kabupaten Cianjur, tercatat sebagai satu-satunya desa dengan status “Tertinggal” di wilayah Provinsi Jawa Barat. Kondisi geografis yang ekstrem serta keterbatasan infrastruktur menjadi faktor utama yang menghambat laju pembangunan di desa tersebut.

Desa Sukaraharja merupakan wilayah hasil pemekaran dari Desa Sukakerta yang berdiri sejak tahun 1996. Secara etimologi, nama desa ini memiliki makna filosofis yang mendalam; “Suka” yang berarti mendambakan dan “Raharja” yang berarti sejahtera, mencerminkan visi masyarakat untuk mencapai taraf hidup yang lebih baik.

Berdasarkan data kependudukan tahun 2025, Desa Sukaraharja dihuni oleh sekitar 3.992 jiwa. Sektor pertanian menjadi penopang ekonomi utama dengan 39,1 persen penduduk bekerja sebagai petani. Namun, tantangan besar terlihat pada kualitas sumber daya manusia, di mana 83,6 persen kepala keluarga tercatat hanya menamatkan pendidikan tingkat Sekolah Dasar (SD).

Baca Juga: Sungai Cikundul Dipenuhi Sampah, Warga Cikalongkulon Keluhkan Bau dan Ancaman Banjir

Perjuangan Akses Kesehatan: Foto siang dan malam memperlihatkan warga Desa Sukaraharja menandu pasien dengan alat darurat melalui medan sulit.
Perjuangan Akses Kesehatan: Foto siang dan malam memperlihatkan warga Desa Sukaraharja menandu pasien dengan alat darurat melalui medan sulit. (foto:Istimewa)

Kepala Desa Sukaraharja, Budi Rahman, menjelaskan bahwa status desa tertinggal ini dipicu oleh rendahnya skor indeks pada berbagai sektor pelayanan publik. Rendahnya indeks tersebut mencakup akses pendidikan, layanan kesehatan, aktivitas ekonomi, fasilitas air minum, hingga penerangan jalan umum (PJU).

Selain faktor sosial-ekonomi, letak geografis desa yang berada di zona rawan longsor dan pergeseran tanah menjadi kendala teknis yang signifikan. Kondisi tanah yang labil menyebabkan infrastruktur, terutama akses jalan, sering mengalami kerusakan meski telah dilakukan perbaikan.

“Akses jalan menjadi kendala utama sehingga aktivitas masyarakat terhambat. Dampaknya harga-harga kebutuhan juga sulit terkendali,” ujar Budi pada Sabtu (9/5/2026).

Baca Juga: Viral Keributan di Puncak Pass, Polisi Sebut Dipicu Kecelakaan Saat Mobil Diduga Dikejar Matel

Rangkaian Titik Longsor: Kolase 12 foto mendokumentasikan berbagai kerusakan infrastruktur jalan di Desa Sukaraharja akibat tanah labil. Terlihat retakan besar pada beton, amblasan jalan, dan titik longsor yang parah di sepanjang jalur desa.
Rangkaian Titik Longsor: Kolase 12 foto mendokumentasikan berbagai kerusakan infrastruktur jalan di Desa Sukaraharja akibat tanah labil. Terlihat retakan besar pada beton, amblasan jalan, dan titik longsor yang parah di sepanjang jalur desa. (foto: Istimewa)

Respons Pemerintah Kabupaten Cianjur

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Cianjur, Dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa pemerintah daerah terus memantau perkembangan di Desa Sukaraharja. Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak mengabaikan desa-desa yang masih berada dalam kondisi terbatas.

“Cianjur ini sangat luas dan kita terus membangun, terutama memperhatikan desa-desa tertinggal. Apalagi desa ini terkendala karena daerahnya sangat rawan bencana, sehingga infrastruktur yang sudah dibangun sering rusak akibat bencana alam,” ungkap Wahyu pada Senin (11/5/2026).

Sebagai langkah jangka panjang, Pemerintah Kabupaten Cianjur berencana mengubah pendekatan pembangunan infrastruktur di wilayah rawan bencana. Fokus utama ke depan adalah memastikan setiap proyek pembangunan didahului dengan kajian akademis untuk menentukan titik lahan yang lebih stabil.

Baca Juga: Inspektorat Cianjur Ungkap Hasil Pemeriksaan Dana Desa Sukaraharja Kadupandak

Wahyu menekankan bahwa penyelesaian masalah ketertinggalan di Sukaraharja harus dimulai dari pembenahan aksesibilitas yang tangguh terhadap bencana.

“Untuk mengatasi ketertinggalan, yang paling utama adalah infrastruktur. Pembangunan harus berdasarkan kajian akademis sehingga jalan dan bangunan dibangun di lahan yang lebih stabil,” pungkasnya. ***

Editor: Indra Arfiandi 

TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
PlayPause
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-8
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-7
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-4
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-3
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-5
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-9
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-2
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Nikmati berita tanpa iklan berlebih. Dukungan Anda memastikan kami tetap jujur, berani, dan independen demi kepentingan publik di Cianjur.

  • Mendukung Jurnalisme Kritis & Independen
  • Menjaga Website Tetap Minim Iklan
  • Donasi Seikhlasnya Tanpa Nominal Paksaan