Curug Cikondang Cianjur, Satu-Satunya Spot Canyoneering yang Butuh Perhatian Serius
CIANJURUPDATE.COM – Kabupaten Cianjur yang membentang seluas 3.840,16 kilometer persegi menyimpan kekayaan alam yang melimpah, termasuk beragam destinasi wisata yang tersebar di berbagai penjuru wilayahnya.
Salah satu daya tarik yang menonjol adalah wisata alam berupa air terjun atau curug, yang banyak ditemukan di kawasan Cianjur Selatan. Keberadaan curug-curug ini kerap menjadi pilihan warga yang ingin melepas penat dari rutinitas sehari-hari.
Salah satunya adalah Curug Cikondang. Tak sekadar menawarkan keindahan air terjun, tempat ini juga menjadi satu-satunya lokasi canyoneering — aktivitas memanjat tebing di aliran air terjun — yang ada di Kabupaten Cianjur, menjadikannya destinasi yang unik dan sulit ditemukan di tempat lain.
BACA JUGA: Pascabanjir Cibeber Cianjur, Ular Sanca dan Biawak Masuk Permukiman Warga
Namun di balik potensinya, kondisi fasilitas dan akses menuju Curug Cikondang dinilai masih jauh dari kata memadai. Infrastruktur jalan yang belum layak menjadi salah satu hambatan utama yang dikeluhkan pengunjung, sekaligus menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah daerah.
Pegiat wisata Cianjur, Aby E Muhiban atau yang akrab disapa Kang Aby, mengungkapkan bahwa kawasan wisata Curug Cikondang masih sangat minim fasilitas pendukung yang bisa memberikan kenyamanan bagi para pengunjung.
Ia pun mendorong pemerintah daerah untuk lebih aktif mengambil peran dalam pengembangan wisata, khususnya di Cianjur Selatan.
BACA JUGA: Dramatis! BPBD Cianjur Evakuasi Keluarga Asal Bandung yang Terjebak Banjir di Cibeber
“Sebetulnya masih banyak PR yang harus dibenahi dan didukung pemerintah daerah agar tempat wisata di Cianjur ini lebih memadai. Bukan sekadar fasilitas, tetapi infrastrukturnya juga harus diperhatikan, termasuk akses jalan,” ujarnya.
Pria yang saat ini tengah menempuh studi S2 di Universitas Indonesia itu menambahkan, dukungan nyata dari pemerintah daerah berpotensi mendongkrak pendapatan asli daerah dari sektor pariwisata.
“Kalau sudah memadai, bukan tidak mungkin ini akan menjadi tambahan pendapatan daerah dan pariwisata lokal pun semakin bergairah,” pungkasnya.





















