Berita

Siswa SD di Cianjur Viral Dekat dengan Ular, Kerap Bawa ‘King’ ke Dalam Tas Sekolah

CIANJURUPDATE.COM – Seorang siswi Sekolah Dasar (SD) asal Kampung Ciawitali, Desa Cimaskara, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur, menjadi perhatian publik setelah aksi kesehariannya bersama ular peliharaan viral di media sosial.

Bocah perempuan yang akrab disapa Caca tersebut diketahui terbiasa membawa ular jenis King Koros (Ptyas carinata) di dalam tas sekolahnya.

BACA JUGA: HDCI Bandung Klarifikasi Video Viral Kecelakaan Moge dan Satria FU di Cianjur Selatan 

Fenomena ini mencuat setelah sang ayah, yang merupakan seorang pembuat konten (content creator), mengunggah aktivitas putrinya melalui akun Instagram @jepi_kartiwa_ngabret. Video tersebut kemudian tersebar luas di platform TikTok, Facebook, dan Instagram.

Kepala Desa Cimaskara, L. Wawan, mengonfirmasi bahwa aktivitas warganya tersebut memang benar terjadi. Menurutnya, meski ular yang dibawa berukuran besar, hewan tersebut diklaim telah jinak dan bukan termasuk jenis ular berbisa.

“Memang bukan ular berbisa, dan sudah jinak. Kedekatannya dengan ular selalu dibawah pengawasan dan kerap divideokan oleh ayahnya yang juga konten kreator,” kata Wawan saat dikonfirmasi, Minggu (26/4/2026).

BACA JUGA: Miris, Viral Guru di Cianjur Tunjukkan Kontrak Gaji Rp 300 Ribu: “Kami Dianggap Tak Perlu Ada”

Wawan menambahkan bahwa Caca kerap membawa ular tersebut saat beraktivitas, bahkan saat pergi ke sekolah. Selain berisi buku pelajaran, tas gendong milik siswi tersebut juga berisi dua ekor ular King Koros yang sudah dianggap sebagai hewan peliharaan dekat.

Salah satu potongan video yang menarik perhatian netizen menunjukkan momen saat Caca pulang sekolah. Dalam rekaman tersebut, ayahnya sempat bertanya mengenai bekal Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, bukannya menunjukkan makanan, Caca justru membuka tasnya dan mengeluarkan dua ekor ular King Koros berukuran besar.

Meskipun ular King Koros secara ilmiah dikenal sebagai predator yang tidak memiliki bisa (non-venomous), pihak pemerintah desa memastikan bahwa interaksi antara anak dan hewan melata tersebut tetap dalam pantauan orang tua guna menghindari risiko yang tidak diinginkan.***

TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
PlayPause
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-8
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-7
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-4
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-3
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-5
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-9
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-2
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Nikmati berita tanpa iklan berlebih. Dukungan Anda memastikan kami tetap jujur, berani, dan independen demi kepentingan publik di Cianjur.

  • Mendukung Jurnalisme Kritis & Independen
  • Menjaga Website Tetap Minim Iklan
  • Donasi Seikhlasnya Tanpa Nominal Paksaan