Pasutri Hanyut di Drainase Pacet, Bupati Cianjur Sampaikan Belasungkawa Mendalam dan Evaluasi Drainase
CIANJURUPDATE.COM – Bupati Cianjur, dr. Mohammad Wahyu Ferdian, menyampaikan belasungkawa mendalam atas musibah yang menimpa pasangan suami istri (pasutri) asal Bandung yang mengalami kecelakaan di Jalan Raya Cipanas-Cianjur, Desa Cipendawa, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu petang, 29 Maret 2026. Kedua korban terbawa arus banjir yang meluap ke badan jalan setelah sepeda motor yang mereka kendarai tergelincir dan masuk ke saluran drainase terbuka tanpa pembatas.
Derasnya aliran air menyebabkan keduanya hanyut hingga akhirnya ditemukan oleh Tim SAR gabungan dalam kondisi meninggal dunia di dua lokasi berbeda berjarak puluhan kilometer dari lokasi kejadian awal.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Cianjur, saya menyampaikan duka cita yang mendalam. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan,” ujar Bupati Wahyu melalui unggahan di media sosialnya, dikutip Cianjur Update pada Selasa, 31 Maret 2026.
BACA JUGA: Identitas Pasutri yang Hanyut di Pacet Terungkap, Warga Cileunyi Bandung
Bupati Wahyu menjelaskan bahwa luapan air dipicu oleh curah hujan intensitas tinggi serta banyaknya selokan di ruas jalan kabupaten dan desa yang ditutup secara sembarangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kejadian ini dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi. Selanjutnya, pada ruas jalan kabupaten dan juga jalan desa, cukup banyak selokan-selokan yang ditutup secara sembarangan oleh oknum yang membangun secara tidak bertanggung jawab dan tanpa izin,” ungkapnya.
Menanggapi kejadian tersebut, Pemerintah Kabupaten Cianjur berkomitmen mengambil langkah cepat dalam mitigasi bencana, sekaligus melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase di jalur rawan banjir.
BACA JUGA: Jenazah Wanita Ditemukan di Waduk Cirata, Diduga Pasutri yang Hanyut di Pacet
“Pemerintah Kabupaten Cianjur telah dan akan terus mengambil langkah cepat. Di antaranya menangani kondisi darurat di lapangan, serta pengamanan lokasi dan menyediakan personel di titik rawan dan memperkuat mitigasi bencana. Selanjutnya, pemerintah daerah juga melakukan penanganan darurat infrastruktur, termasuk perbaikan jalan dan drainase yang rusak akibat luapan air. Terakhir, juga melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem drainase dan pengamanan jalur rawan banjir di wilayah tersebut,” jelasnya.
Mengingat lokasi kejadian berada di ruas jalan nasional, Bupati Wahyu menegaskan pihaknya akan segera bersurat kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta–Jawa Barat untuk penanganan lebih lanjut.
“Untuk itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Cianjur akan segera mengirimkan surat resmi kepada Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) DKI Jakarta-Jawa Barat, meminta penanganan segera berupa penutupan atau pemasangan pengaman atau pembatas pada saluran drainase yang terbuka, dan juga mengawal percepatan perbaikan permanen agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkasnya.***





















