Lonjakan Pemudik di Stasiun Cianjur: Ribuan Tiket Terjual, Puncak Arus Terlewati
CIANJURUPDATE.COM – Gelombang arus mudik Lebaran 2026 mulai memadati Stasiun Cianjur. PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 2 Bandung mencatat pergerakan signifikan penumpang, baik yang meninggalkan kota maupun yang tiba untuk merayakan Idulfitri di kampung halaman.
Hingga Jumat pagi (20/3/2026), aktivitas di peron stasiun menunjukkan tren positif. Manager Humas Daop 2 Bandung, Kuswardoyo, mengungkapkan bahwa data penjualan tiket terus bergerak dinamis seiring tingginya antusiasme masyarakat menggunakan moda transportasi kereta api.
Berdasarkan data hingga pukul 08.00 WIB, volume penumpang yang tiba di Cianjur tercatat lebih tinggi dibandingkan penumpang yang berangkat. Berikut adalah rincian data harian per 20 Maret 2026, keberangkatan 252 Tiket terjual, kedatangan 331 Pelanggan.
“Data sementara pagi hari ini pukul 08.00 WIB tercatat 252 tiket keberangkatan yang sudah terjual. Angka ini masih akan bertambah hingga malam nanti,” ujar Kuswardoyo.
BACA JUGA: Hujan dan Angin Kencang, PLN Cianjur Gerak Cepat Pulihkan Listrik Warga
Secara akumulatif, sejak periode 11 hingga 20 Maret 2026, Stasiun Cianjur telah melayani puluhan ribu pengguna jasa. Tingkat okupansi ini melonjak tajam jika dibandingkan dengan rata-rata harian normal yang biasanya hanya berkisar di angka 500 hingga 600 penumpang.
“Total dari tanggal 11 sampai 20 Maret, keberangkatan mencapai 9.969 penumpang dan kedatangan 11.656 pelanggan,” papar Kuswardoyo.
KAI mengonfirmasi bahwa puncak kepadatan penumpang di Stasiun Cianjur telah terjadi pada pekan lalu, tepatnya pada Minggu, 15 Maret 2026. Pada hari tersebut, jumlah pengguna jasa meningkat dua kali lipat dari rata-rata harian.
BACA JUGA: Salat Idul Fitri Muhammadiyah di Cianjur Dipadati Ribuan Jamaah
“Puncak arus mudik terjadi pada 15 Maret, dengan keberangkatan 1.282 dan kedatangan 1.580 pelanggan,” tambahnya.
Guna menjaga kenyamanan dan keamanan penumpang di tengah lonjakan volume ini, KAI Daop 2 telah menyiagakan personel tambahan di titik-titik strategis. Langkah antisipatif ini dilakukan untuk memastikan alur penumpang di stasiun tetap kondusif.
“Kami telah menyiapkan petugas untuk membantu di posko Stasiun Cianjur, sehingga pelayanan kepada masyarakat diharapkan tetap berjalan dengan baik,” pungkasnya.***





















