Investor Cina Tinjau Perkebunan Teh PTPN I Jabar, Siap Pengembangan Bisnis Bawang Merah dan Putih
CIANJURUPDATE.COM – PT Perkebunan Nusantara III (Holding) bersama PT Perkebunan Nusantara I (PTPN I) menerima kunjungan investor asal Cina pada 21–22 April 2026. Rombongan yang dipimpin oleh Mr. Yang, Ketua Asosiasi Petani Bawang Cina sekaligus CEO Jingxin Group, meninjau sejumlah areal perkebunan teh di Jawa Barat yang diminati untuk ditanami bawang merah dan bawang putih.
Kunjungan ini merupakan tindak lanjut rapat Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian pada 14 April 2026 mengenai penyediaan benih bawang putih serta rapat kerja dengan DPR RI.
Ada tujuh perkebunan teh yang menjadi perhatian investor, di antaranya Kebun Gedeh (Kabupaten Cianjur) dan Kebun Rancabali (Kabupaten Bandung).
Fokus Pengembangan Hulu-Hilir
Dalam pertemuan di Kebun Gedeh, Mr. Yang menyampaikan bahwa minat investasi ini bertujuan mengembangkan bisnis bawang putih dan bawang merah dari hulu hingga hilir, dengan pasar hingga Eropa.
“Kami ingin mengembangkan bisnis bawang putih dari hulu sampai hilir, dengan pasar sampai ke Eropa. Pemerintah Indonesia sangat mendukung program ini,” ujar Mr. Yang.
BACA JUGA: Libur Akhir Pekan, Kebun Teh Puncak Ramai Dikunjungi Wisatawan
Ia menambahkan, tiga varietas unggul asal Cina akan ditanam di lahan PTPN I jika rencana ini berjalan. Saat ini pihaknya telah melakukan produksi awal di kawasan Pacet, Cianjur.
Dukungan PTPN dan Pemerintah
Direktur Produksi dan Pengembangan PTPN III Holding, Rizal Damanik, menegaskan bahwa program ini sejalan dengan penugasan Kementerian Pertanian untuk mendukung swasembada pangan.
“Tahun 2026, lahan yang harus tersedia mencapai 10.000 hektar, dengan dominasi di Jawa Barat. Namun pola kerja sama dan teknis pelaksanaan masih akan dibahas bersama regulator dan investor,” jelasnya.
BACA JUGA: Erick Thohir Tinjau Langsung Operasi Pasar Minyak Goreng di Cianjur
Direksi PTPN III dan PTPN I juga menekankan pentingnya aspek lingkungan serta pemberdayaan masyarakat sekitar kebun melalui program PMDK (Pemberdayaan Masyarakat Desa Sekitar Kebun).
Kolaborasi ini diharapkan menjadi langkah awal membangun kawasan produksi bawang skala besar yang terintegrasi. Pemerintah menargetkan program ini dapat memperkuat cadangan benih nasional, meningkatkan daya saing hortikultura, serta mendorong ketahanan pangan Indonesia agar tidak bergantung pada impor.
Selain pengembangan bawang, PTPN I pada 2026 juga tengah melakukan penanaman kembali di Regional 2 Jawa Barat dengan komoditas teh, karet, kopi, dan tanaman penghijauan.***





















