Pascabanjir Cibeber Cianjur, Ular Sanca dan Biawak Masuk Permukiman Warga
CIANJURUPDATE.COM – Ancaman bagi warga Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, ternyata tidak berhenti saat air banjir mulai menyurut. Pasca-luapan sungai yang merendam kawasan tersebut pada Minggu (5/4/2026), warga kini dihantui kemunculan berbagai jenis hewan liar yang masuk ke area permukiman.
Insiden mengejutkan dialami oleh Alawi (30), warga Kampung Pasir Kalapa, Desa Peuteuycondong. Saat tengah berupaya membersihkan sisa material dan lumpur yang terbawa arus, ia justru menemukan seekor ular predator yang bersembunyi di dekat huniannya.
“Iya, tadi pas bebersih setelah banjir, tiba-tiba muncul ular dari selokan dekat rumah. Ular sanca panjangnya sekitar satu meter dan cukup besar. Saya kaget, tapi untung ada rekan media yang bantu nangkep. Akhirnya dimasukin ke karung dan dibuang jauh dari permukiman,” ungkap Alawi saat diwawancarai wartawan pada Minggu malam.
BACA JUGA: Dramatis! BPBD Cianjur Evakuasi Keluarga Asal Bandung yang Terjebak Banjir di Cibeber
Tak hanya ular, satwa lain seperti biawak juga dilaporkan mulai merangsek naik ke bangunan rumah warga. Kondisi genangan air yang belum sepenuhnya kering diduga membuat habitat asli hewan-hewan tersebut terganggu, sehingga mereka mencari tempat berlindung yang lebih tinggi.
“Tadi juga ada biawak masuk ke rumah warga. Katanya lagi diem di jendela, pemilik rumah kaget banget. Air memang sudah mulai surut, tapi belum sepenuhnya. Untuk biawaknya kurang tahu diamankan atau diusir, tapi kayaknya diusir warga,” tambah Alawi.
Merespons laporan tersebut, Camat Cibeber, Ardian Athoillah, meminta masyarakat untuk tetap dalam siaga penuh. Menurutnya, karakteristik wilayah pascabanjir sangat rawan terhadap kemunculan hewan yang terbawa arus maupun yang keluar dari lubang drainase.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, apalagi saat banjir seperti ini kita tidak tahu hewan liar apa saja yang bisa muncul ke permukiman,” tutur Ardian.
Selain ancaman satwa liar, pihak kecamatan juga menekankan pentingnya keamanan instalasi listrik. Ardian mengingatkan bahwa lingkungan yang masih basah dan lembap memiliki risiko fatalitas yang tinggi jika terjadi korsleting atau kebocoran arus listrik.
“Yang juga harus diwaspadai adalah listrik. Kami minta warga mencabut peralatan elektronik dan aliran listrik untuk menghindari risiko tersengat listrik atau hal berbahaya lainnya,” pungkasnya.***





















