Proyek Perataan Lapang Bobojong yang Buat Resah Warga Dihentikan, Kades: Ini Arahan Pimpinan

CIANJURUPDATE.COM – Kepala Desa Bobojong, Suwandi, memberikan tanggapannya terkait insiden ceceran tanah proyek yang menyebabkan sejumlah pemotor terjatuh di jalur utama Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Pihak pemerintah desa memastikan telah mengambil langkah cepat untuk memulihkan kondisi jalan.
Respons ini muncul setelah adanya desakan dari pihak Kepolisian Sektor Mande dan Pemerintah Kecamatan Mande yang menyoroti aspek keselamatan pengguna jalan akibat material tanah merah yang licin.
Suwandi menyatakan bahwa proses evakuasi material tanah yang menutupi badan jalan telah selesai dilakukan. Saat ini, arus lalu lintas yang menghubungkan beberapa kecamatan tersebut diklaim sudah kembali aman untuk dilintasi kendaraan, terutama roda dua.
BACA JUGA: Aktivitas Proyek Lapang Bobojong Mande Bikin Resah Pengguna Jalan, Forkopimcam Bakal Tindak Tegas
Selain melakukan pembersihan, pihak desa juga mengambil keputusan tegas untuk menghentikan sementara aktivitas alat berat dan mobilisasi truk pengangkut tanah di lokasi proyek.
“Semuanya sudah beres. Jalan sudah normal kembali. Sementara pengerukan lapang dihentikan sesuai arahan pimpinan,” tegas Suwandi saat dikonfirmasi Cianjur Update, Senin (13/4/2026).
Langkah penghentian proyek ini diambil sebagai bentuk kepatuhan terhadap instruksi Camat Mande, Epi Rusmana, yang sebelumnya menyatakan akan memanggil pihak desa guna mengevaluasi standar operasional pengerjaan di lapangan.
BACA JUGA: Dinsos Cianjur Salurkan Bantuan Logistik bagi Korban Puting Beliung di Desa Bobojong
Pihak desa belum memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kapan proyek perataan lapang tersebut akan dilanjutkan kembali. Namun, fokus utama saat ini adalah memastikan tidak ada lagi sisa tanah yang membahayakan publik.
Dengan normalnya kembali jalur tersebut, masyarakat diharapkan tetap berhati-hati, mengingat sisa-sisa debu atau residu tanah seringkali masih menyisakan sedikit kerawanan saat hujan pertama turun.
Sebelumnya, aktivitas perataan lapangan di Desa Bobojong, Kecamatan Mande, Cianjur, memicu keresahan warga. Pasalnya, ceceran tanah merah dari truk pengangkut proyek tersebut mengganggu akses jalan utama hingga menyebabkan sejumlah pengendara sepeda motor terjatuh, Sabtu (11/4/2026).
BACA JUGA: Geger Penemuan Mayat di Bobojong Mande, Begini Faktanya
Kondisi jalur yang menghubungkan antar-kecamatan tersebut kini dikeluhkan karena berubah menjadi perlintasan maut, terutama saat diguyur hujan.
Salah seorang pengendara, Farhan (30), mengungkapkan bahwa tumpahan tanah merah ini bukanlah masalah baru. Menurutnya, pembiaran selama beberapa hari terakhir telah mengubah permukaan aspal menjadi bergelombang dan licin.
“Jadi banyak gundukan tanah, jalan jadi bergelombang dan licin saat hujan. Tadi saja ada pengendara yang jatuh, sampai luka-luka karena jalan yang menghubungkan beberapa kecamatan ini dipenuhi tanah,” ujar Farhan, pada Sabtu (11/4/2026).***





















