Pengemudi Pikap Tak Sadarkan Diri di Cipanas, Polisi Evakuasi ke Rumah Sakit
CIANJURUPDATE.COM – Sebuah insiden medis nyaris berujung petaka di Jalur Puncak, Cipanas, pada Kamis (19/3/2026). Andi Muhammad Rizal (24), seorang pengemudi pikap asal Kecamatan Cugenang, menunjukkan tanggung jawab luar biasa dengan berhasil menepikan kendaraannya sesaat sebelum jatuh pingsan di balik kemudi.
Meskipun sempat memicu ketersendatan arus lalu lintas, kesigapan Andi mencegah terjadinya kecelakaan beruntun di jalur padat tersebut.
Kejadian bermula saat pikap biru yang dikendarai Andi melaju dari arah Puncak menuju Cianjur. Memasuki kawasan Pasar Cipanas, laju kendaraan mulai tidak stabil. Namun, sebelum benar-benar kehilangan kesadaran, Andi sempat mengarahkan mobilnya ke bahu jalan.
BACA JUGA: Gunakan Metode Rukyat Global, Komunitas Muslim di Sukaluyu Cianjur Rayakan Lebaran Lebih Awal
Karena posisi mobil yang belum sepenuhnya menepi sempurna, arus kendaraan di belakangnya sempat tertahan. Petugas kepolisian yang berjaga di lokasi segera melakukan pengecekan untuk mencari penyebab kemacetan tersebut.
“Saat terjadi kepadatan arus dan antrean kendaraan, anggota yang tengah bertugas di lokasi langsung mencari sumber pemicunya. Ternyata dari mobil pikap yang hendak menepi tapi posisinya sedikit ke tengah jalan,” ujar Kasatlantas Polres Cianjur AKP Aang Andi Suhandi, Kamis (19/3/2026).
Saat dihampiri petugas, pemandangan memilukan terlihat di dalam kabin. Andi ditemukan sudah tidak berdaya dengan posisi tubuh tergeletak melintang di kursi pengemudi hingga kursi penumpang.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Bos Arisan ‘Bodong’ di Cianjur, Diduga Terlilit Hutang Hingga Rp 1M
“Sopir itu sendiri. Saat diperiksa kondisinya tak sadarkan diri. Petugas beberapa kali berusaha membangunkan tapi tidak ada reaksi, jadi kemungkinan kondisinya sudah pingsan,” lanjut Aang.
Tanpa membuang waktu, petugas kepolisian mengambil alih kemudi untuk melarikan Andi ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan medis darurat. Hingga saat ini, penyebab pasti kolapsnya pemuda tersebut masih dalam observasi tim dokter.
Menanggapi peristiwa ini, AKP Aang Andi Suhandi kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya kondisi fisik yang prima saat berkendara, terutama di tengah kepadatan arus mudik dan balik.
“Kalau memang kurang sehat istirahat, begitupun kalau mengantuk lebih baik menepi dan tidur jangan memaksa akan mengemudi. Dikhawatirkan dapat memicu terjadinya kecelakaan di momen mudik dan arus balik ini,” pungkasnya.***





















