Berita

Nestapa PMI Asal Agrabinta: Disekap Dua Tahun, Kini Terbaring Tak Berdaya di Rumah Sakit Timur Tengah

CIANJURUPDATE.COM – Kabar pilu kembali datang dari pahlawan devisa asal Kabupaten Cianjur. Dewi (37), seorang Pekerja Migran Indonesia (PDMI) asal Kampung Ciranji, Desa Wangunjaya, Kecamatan Agrabinta, diduga kuat menjadi korban penganiayaan sadis oleh majikannya di Timur Tengah.

Setelah hilang kontak selama dua tahun, kondisi Dewi terungkap melalui sebuah unggahan memprihatinkan di media sosial yang menunjukkan dirinya terbaring lemah dengan luka lebam di sekujur tubuh.

Pihak keluarga mengaku terpukul saat pertama kali melihat kondisi Dewi melalui unggahan akun Facebook @naylaarsyad pada Senin dini hari. Adik ipar korban, Dede Kurnia (37), segera menelusuri kebenaran informasi tersebut.

“Kami coba menghubungi pengunggah video, dan ternyata dibalas. Dia mengatakan posisi korban ada di rumah sakit. Kebetulan yang mengunggah itu orang Bandung yang sedang menjaga majikannya di rumah sakit yang sama,” ujar Dede.

BACA JUGA: Disnakertrans Cianjur Intensifkan Komunikasi dengan KJRI dan Kemenlu Upaya Pulangkan Pekerja Migran Cianjur

Berdasarkan keterangan saksi pelapor, Dewi berhasil melarikan diri dari rumah majikannya untuk meminta pertolongan kepada tetangga sekitar sebelum akhirnya dilarikan ke fasilitas medis. Tragisnya, bukan sang majikan yang membawanya berobat, melainkan warga sekitar yang merasa iba melihat kondisi fisiknya yang hancur.

Selama dua tahun terakhir, Dewi seolah “ditelan bumi”. Komunikasi dengan keluarga terputus total lantaran ponsel miliknya disita oleh sang majikan. Tak hanya kekerasan fisik, Dewi juga diduga mengalami eksploitasi ekonomi.

“Selama ini korban hanya sempat tiga kali memberi kabar, itu pun di awal tiga bulan bekerja. Setelah itu hilang kontak. Gajinya juga hanya diterima di awal saja,” ungkap Dede.

Saat ini, Dewi dilaporkan tengah menjalani perawatan intensif sekaligus memberikan keterangan kepada kepolisian setempat. Proses visum juga dilakukan guna memperkuat bukti hukum atas tindakan kekerasan yang dialaminya.

BACA JUGA: Dirapel Tiga Hari, Begini Penampakan Menu MBG Saat Ramadan di Beberapa Wilayah Cianjur

Merespons kejadian ini, pihak keluarga tidak tinggal diam. Mereka telah melayangkan laporan resmi kepada pemerintah desa serta bersurat kepada Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Cianjur.

Harapan besar digantungkan pada pemerintah agar dapat segera mengintervensi kasus ini, memastikan perlindungan hukum, dan memulangkan Dewi ke tanah kelahiran.

“Kami berharap korban segera dipulangkan dan mendapatkan perawatan. Untuk proses hukum, kami serahkan kepada pihak berwenang di sana,” pungkasnya.***

TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
PlayPause
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-8
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-7
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-4
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-3
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-5
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-9
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-2
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Nikmati berita tanpa iklan berlebih. Dukungan Anda memastikan kami tetap jujur, berani, dan independen demi kepentingan publik di Cianjur.

  • Mendukung Jurnalisme Kritis & Independen
  • Menjaga Website Tetap Minim Iklan
  • Donasi Seikhlasnya Tanpa Nominal Paksaan