Lapak Relokasi Pasar Bojong Meron di Pasar Induk Cianjur Sepi Peminat
CIANJURUPDATE.COM – Lapak relokasi pedagang Pasar Bojong Meron (Bomero) yang disediakan pemerintah daerah di Pasar Induk Pasir Hayam, Kabupaten Cianjur, hingga kini terpantau sepi peminat. Deretan lapak yang telah diberi garis dan Nomor tampak melompong dan nyaris tidak ada aktivitas jual beli, Senin (26/1/2026).
Ketua K5 Pasar Induk Pasir Hayam, H. Ujang, mengatakan minimnya pedagang yang menempati lapak relokasi disebabkan tidak adanya upaya pemerintah dalam menggiring pembeli ke lokasi baru. Menurutnya, relokasi tidak cukup hanya memindahkan pedagang, tetapi juga harus diikuti dengan pemindahan arus pembeli.
“Jangan hanya pedagangnya saja yang dipindahkan, tapi pembelinya juga harus dipindahkan. Kalau pedagang sudah di sini tapi pembeli tidak ada, mereka mau berjualan ke siapa,” kata H. Ujang saat ditemui di Pasar Induk.
BACA JUGA: Strategi “Jemput Bola” Sevillage Puncak: Tetap Primadona di Tengah Kepungan Cuaca Ekstrem
Ia menjelaskan, dari data Dinas terkait terdapat 213 pedagang Pasar Bojong Meron yang seharusnya direlokasi. Bahkan pihak pengelola di lapangan telah menyiapkan sebanyak 222 lapak. Namun pada kenyataannya, hanya sekitar 10 pedagang yang sempat menempati lapak tersebut.
“Sekarang bahkan tinggal satu orang yang masih bertahan. Pedagang modalnya pas-pasan, kalau sehari jualan tidak ada pembeli, mereka rugi. Daripada barang dagangan tidak laku, mereka memilih berhenti dan uangnya dipakai untuk kebutuhan keluarga,” ujarnya.
Lebih lanjut, H. Ujang menyebut sebagian besar pedagang Bomero justru memilih berpindah ke lokasi lain seperti kios atau rumah kontrakan di sekitar wilayah tersebut. Hal ini, menurutnya, perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya terkait perizinan tempat usaha.
“Pasar memang dikosongkan, tapi pedagang malah bergeser ke dalam, ke rumah-rumah atau kios. Ini harus dikaji ulang, apakah tempat tersebut memang diperuntukkan untuk berdagang atau bukan,” katanya.
BACA JUGA: Pengeroyokan Bersajam di Sukaluyu Terungkap, Polres Cianjur Amankan Dua Pelaku
Menurutnya, salah satu kendala utama pedagang enggan berjualan di Pasar Induk karena pasar tersebut sudah berjalan lebih dari 10 tahun dengan pedagang lama yang telah memiliki pelanggan tetap. Pedagang baru dari Bomero harus memulai dari nol tanpa jaminan pembeli.
“Pedagang lama di sini sudah punya langganan. Pedagang baru datang, pembelinya dari mana kalau tidak membawa pembeli dari tempat asalnya,” jelasnya.
H. Ujang berharap pemerintah daerah bersikap lebih tegas dan konsisten dalam penataan pasar. Ia mengingatkan bahwa saat pemindahan Pasar Induk pada tahun 2016, pemerintah sempat berjanji hanya akan ada satu titik pusat perdagangan dan tidak ada aktivitas jual beli di lokasi lama.
“Harapan kami lapak-lapak kosong ini diisi. Kalau semua pedagang dikonsentrasikan di satu titik dan pemerintah konsisten, pembeli juga akan datang. Kami ingin berjuang dan berdagang bersama-sama, mencari nafkah bersama,” pungkasnya.***



