banner 325x300
Berita

Korban Gempa Palu asal Cianjur, Mengira Tsunami Sebagai Kiamat

×

Korban Gempa Palu asal Cianjur, Mengira Tsunami Sebagai Kiamat

Sebarkan artikel ini

CIANJURToday – Tujuh korban gempa dan tsunami di Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) asal Kabupaten Cianjur, Jawa Barat (Jabar) tiba di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Senin malam (08/10/2018) dengan keadaan selamat.

Setelah dijemput pihak keluarga dari Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng Jakarta pada pukul 17.00 WIB, ketujuh korban tiba di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sekitar pukul 19.00 WIB.

banner 325x300

Adapun ketujuh korban tersebut di antaranya, Novi yanti rahmi (40), Ulfa (66th), Sumarni (55 ), Daffaza dhiya rasya (9), Aisha alzena azahra (7), M.Maulidul syawal (5th), Azkayra khairana malaika (1,5 th)

”Alhamdulillah ketujuh korban selamat dan sekarang dalam keadaan sehat, serta dengan ini kami menyerahkan kembali ke keluarga Aris Mulkan yang ada di Cianjur dan kebetulan ada di sini,” kata Kepala BPBD Kabupaten Cianjur, Dodi Permadi kepada Cianjurtoday.com, usai menyambut ketujuh korban di kantornya.

Tujuh orang korban itu langsung di sambut sebagian keluarga yang hadir dan petugas BPBD setempat. Selain itu, Dodi menyampaikan pihaknya sampai saat ini masih mencari korban gempa dan tsunami di Palu.

”Kami menurunkan tim disana untuk mencari korban terutama warga Cianjur” ujarnya.

Salah satu korban Novianti Rahmi mengatakan dirinya sudah bertugas di kota Palu sejak 2005. Saat gempa terjadi dirinya akan pulang kerumah dan diperjalanan warga yang naik kendaraan semuanya jatuh akibat gempa yang getarannya begitu besar.

”Saya kira kiamat karena getaran gempa sangat dahsyat dan saya liat kiri dan kanan warga yang naik motor pada jatuh semua dan rumah hancur dan alhamdulillah saya dan keluarga selamat dan langsung mencari tempat perlindungan yang lebih aman” ujarnya.

Di sisi lain, keluarga korban Aris Mulkan yang hadir di kantor BPBD menyatakan berkumpulnya keluarganya yang selamat dari gempa dan tsunami di Palu merupakan anugerah yang sangat terbesar.

”Alhamdulillah saya sangat bersyukur atas kembalinya keluarga saya yang selamat dari gempa Palu dan ini merupakan anugerah terbesar dari Alloh” pungkasnya.(riz)

banner 325x300
banner 325x300

Tinggalkan Balasan