Geger, Pelajar Perempuan di Cikalongkulon Tewas, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
CIANJURUPDATE.COM – Seorang pelajar perempuan ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Kampung Sindangsari RT 001/RW 002, Desa Ciramagirang, Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, Minggu (24/5/2026) sekitar pukul 09.00 WIB. Korban diduga meninggal dunia akibat meminum racun tikus.
Penemuan jasad korban langsung ditindaklanjuti jajaran Polsek Cikalongkulon bersama tim Inafis Polres Cianjur dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
BACA JUGA: Apresiasi Dua Putra Daerah, Polres Cianjur Gelar “Mapag Jawara” bagi Kakang dan Robi Darwis
Kapolsek Cikalongkulon, AKP Arip Titim Firmanto melalui laporan kegiatan menyampaikan, pengecekan TKP dipimpin Kanit Reskrim bersama anggota piket fungsi Polsek Cikalongkulon dan tim Inafis Polres Cianjur.
Korban diketahui bernama Siti Hodijah (15), seorang pelajar kelas 10 SMK asal Kampung Sindangsari RT 002/RW 002 Desa Ciramagirang.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban ditemukan dalam kondisi mulut mengeluarkan busa dan bagian kemaluan mengeluarkan darah. Polisi menduga korban meninggal dunia setelah meminum racun tikus.
BACA JUGA: Polres Cianjur Amankan Ratusan Pelanggar dalam Razia Perayaan Kemenangan Persib
Korban pertama kali ditemukan oleh bibinya, Elis (28), saat hendak membersihkan rumah korban. Saksi merasa curiga karena pintu rumah dalam keadaan tertutup dan lampu rumah masih menyala.
“Si neng jarang keluar, paling keluar sekolah kalau mau ke warung aja. Kalau di rumah tinggal sama bapak sambungnya sama adik-adiknya. Bapaknya kerja serabutan, awalnya kerja di Kamboja,” ujar T, tetangga korban kepada wartawan, Senin (25/5/2026).
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Sayang Cianjur menggunakan ambulans Desa Ciramagirang untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab pasti kematian korban.
BACA JUGA: Kapolres Cianjur Peringatkan Pengguna Knalpot Bising Saat Euforia Bobotoh
Sementara itu, Kepala Desa Ciramagirang, Sulaeman Efendi, mengatakan selama ini kondisi keluarga korban terlihat normal dan tidak ada tanda-tanda mencurigakan di lingkungan masyarakat.
“Selama ini di pemerintahan atau di masyarakat umum dia normal-normal saja, tidak ada kejanggalan apa pun,” katanya.
Namun, ia mengaku sempat mendengar adanya dugaan cekcok keluarga yang terjadi melalui media sosial. Diketahui ibu korban sedang bekerja di Arab Saudi, sementara ayah sambung korban baru pulang dari Kamboja.
BACA JUGA: Satlantas Polres Cianjur Petakan 11 Titik Rawan Kepadatan Jelang Laga Persib
Sulaeman berharap pihak kepolisian dapat segera mengusut tuntas kasus tersebut agar tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan di masyarakat.
“Harapan kami masalah hukum ini jangan berlarut-larut. Siapa pun yang menjadi tersangka harus segera ditangkap karena ini juga mengganggu psikologis masyarakat Ciramagirang,” pungkasnya.***





















