Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Pasar Cipanas Tembus Rp 170 Ribu Per kilo
CIANJURUPDATE.COM – Punggawa lapak daging di Pasar Tradisional Cipanas, Kabupaten Cianjur, mulai merasakan fluktuasi ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. Meski harga komoditas daging sapi kini menembus angka Rp170.000 per kilogram, hiruk-pikuk antrean pembeli yang biasanya menjadi pemandangan wajib jelang Lebaran justru belum terlihat signifikan.
Kenaikan harga ini mulai terasa sejak Kamis (19/3/2026). Para pedagang mengaku lonjakan harga merupakan ritual tahunan yang dipicu oleh tingginya permintaan pasar dan menipisnya stok dari distributor. Namun, tahun ini menyisakan tanda tanya bagi para pedagang karena volume penjualan yang menurun drastis.
BACA JUGA: Lapak Relokasi Pasar Bojong Meron di Pasar Induk Cianjur Sepi Peminat
Salah seorang pedagang daging sapi yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan bahwa harga jual telah terkerek naik sejak hari ini.
“Saya jual dengan harga tersebut dari hari ini. Biasanya kenaikan ini karena tradisi mau lebaran,” ungkapnya saat ditemui di sela kesibukannya.
Ia tak dapat menyembunyikan keheranannya melihat kondisi pasar yang masih lengang dibandingkan periode yang sama pada tahun-tahun sebelumnya. Menurutnya, penurunan daya beli sangat terasa jika dibandingkan dengan histori penjualan di masa lalu.
“Biasanya H-2 lebaran sudah ramai banget, tapi sekarang masih sepi. Tahun-tahun sebelumnya, bahkan H-3 sudah banyak yang beli,” keluhnya.
Ia membandingkan, pada tahun lalu dirinya mampu menghabiskan tiga ekor sapi dalam dua hari. Kini, menjual satu ekor sapi pun terasa berat. “Mudah-mudahan H-1 besok bisa ramai dan dagangan laku,” imbuhnya.
Senada dengan kolega seprofesinya, Rusmana (34), pedagang daging lainnya di Pasar Cipanas, mengonfirmasi bahwa dalam dua hari terakhir harga terus merangkak naik dari posisi awal di kisaran Rp140.000.
BACA JUGA: Pertanyakan Dugaan Pungli Retribusi Pasar, JIM Cianjur Kembali Datangi Kantor Diskumdagin
“Saat ini harga daging sapi berkisar Rp160 hingga 170 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga hanya Rp140 ribuan,” jelas Rusmana.
Baginya, situasi ini adalah hukum pasar yang tak terelakkan. “Menjelang Ramadan, harga daging selalu naik. Ini sudah jadi fenomena tahunan,” ucapnya.
Meski harga sudah berada di titik tinggi, Rusmana masih menanti “ledakan” pembeli yang biasanya terjadi tepat satu hari sebelum hari raya.
BACA JUGA: Jelang Idul Adha, Harga Cabai di Pasar Cipanas Melonjak, Tembus Rp 85 Ribu Perkilo
Menanggapi kondisi ini, pihak UPTD Pasar Cipanas melalui Staf UPTD, Ade, menyatakan bahwa fluktuasi harga tersebut masih dikategorikan dalam batas wajar untuk skala momentum hari besar keagamaan.
“Dari kemarin kenaikan terus berangsur sehingga saat ini di pasar ada yang menjual Rp160 ribu dan ada yang menjual Rp170 ribu per kilogramnya,” papar Ade.
BACA JUGA: Tingkatkan Perputaran Uang Daerah, Bupati Cianjur Wajibkan ASN Belanja di Pasar Rakyat
Guna mengantisipasi spekulasi harga yang liar, Ade menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan pengawasan ketat di lapangan. Petugas diterjunkan untuk memastikan stabilitas harga tetap terjaga dan tidak memberangkatkan beban masyarakat lebih jauh.
“Kenaikan ini karena permintaan tinggi, dan ini fenomena tahunan. UPTD akan memastikan harga tetap stabil dengan terus memantau kondisi pasar,” pungkasnya.***
Editor: Dadan Suherman





















