Sempat Terdampak Sampah Kiriman Banjir, Pantai Apra Cianjur Tetap Didatangi Wisatawan
CIANJURUPDATE.COM — Kawasan wisata Pantai Apra yang terletak di Desa Saganten, Kecamatan Sindangbarang, Kabupaten Cianjur, mencatat adanya kenaikan volume kunjungan wisatawan sepanjang masa libur Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah. Kendati demikian, tingkat kunjungan tersebut dinilai masih stagnan jika dibandingkan dengan lonjakan wisatawan pada momentum libur Idulfitri.
Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Pantai Apra, Dodo, menjelaskan bahwa arus kedatangan pengunjung mulai terlihat meningkat sejak hari pelaksanaan Iduladha hingga memasuki akhir pekan. Mayoritas pergerakan wisata di pantai tersebut masih didominasi oleh masyarakat dari lingkup lokal.
“Memang ada peningkatan pengunjung selama libur Iduladha, tapi tidak begitu banyak. Per hari diperkirakan sekitar 150 orang dan sekitar 75 persen merupakan wisatawan lokal,” ujar Dodo pada Jumat (5/6/2026).
Baca Juga: Pemkab Cianjur Resmi Buka Kembali Kawasan Wisata Cibodas, Harga Tiket Turun Jadi Rp7.000
Menurut Dodo, kondisi keramaian saat ini belum mampu menyamai tren kunjungan pada musim mudik Lebaran yang biasanya jauh lebih padat.
“Harapan kami tentu ada peningkatan yang signifikan, tapi kenyataannya masih stagnan dan berbeda dengan suasana saat libur Lebaran,” tuturnya.
Selama menghabiskan waktu liburan di lokasi tersebut, para pelancong terpantau melakukan berbagai aktivitas rekreasi. Sebagian memanfaatkan rindangnya area vegetasi untuk mendirikan tenda, sementara sebagian lainnya mencoba fasilitas rekreasi air.
Baca Juga: Rayakan Persib Juara, Wisata Alam Sevillage Gratiskan Tiket Masuk untuk Warga Jabar
“Alhamdulillah ada yang berkemah di area cemara. Ada juga yang memanfaatkan wahana air dengan naik perahu di sekitar muara Cisadea,” kata Dodo.
Di balik tren kenaikan kunjungan tersebut, pihak pengelola sempat dihadapkan pada kendala lingkungan berupa kiriman material sampah akibat musibah banjir yang melanda kawasan hulu menjelang hari raya, tepatnya pada 26 Mei 2026. Aliran sungai membawa tumpukan sampah yang kemudian mengotori area pesisir.
“Menjelang hari raya sempat terjadi banjir besar yang membawa banyak sampah seperti bambu, kayu, dan sampah rumah tangga yang terbawa arus sungai ke pantai,” ungkapnya.
Menyikapi hal itu, aksi pembersihan jalur pantai segera digelar secara kolektif dengan melibatkan berbagai unsur guna mengembalikan kenyamanan lokasi wisata.
Baca Juga: Operasi Patuh Lodaya 2026 Digelar 8–21 Juni, Polres Cianjur Fokus Tertibkan Knalpot Brong
“Sebagian besar sampah berhasil dibersihkan bersama warga dan aparat kepolisian. Bahkan dua hari kemudian sebagian sampah kembali terbawa ombak ke tengah laut,” jelas Dodo.
Meski kebersihan pantai sempat terganggu oleh sampah kiriman, minat pelancong untuk datang tidak sepenuhnya surut. Pengelola menerapkan langkah antisipasi dengan memberikan imbauan berkala agar pengunjung menahan diri tidak beraktivitas terlalu dekat dengan garis pantai ketika ombak sedang pasang.
“Pengunjung tetap ada. Sebagian mungkin hanya sebentar lalu pulang lagi. Tapi di kawasan cemara masih cukup nyaman sehingga banyak yang tetap menikmati suasana rindang di sana,” paparnya.
Dodo menambahkan, denyut aktivitas pariwisata ini secara langsung ikut menggerakkan roda ekonomi para pelaku usaha mikro di sekitar pantai, meskipun pendapatan yang diraup tidak sekencang saat libur Lebaran.
“Pelaku usaha tetap kecipratan rezeki, walaupun memang jauh berbeda dibandingkan saat Idulfitri,” katanya.
Di sisi lain, ramainya hilir mudik wisatawan di darat tidak mengganggu produktivitas sektor perikanan setempat. Para nelayan di Desa Saganten dilaporkan tetap melaut mencari tangkapan seperti hari-hari biasa.
“Karena sudah terbiasa, banyak nelayan yang tetap melaut. Jadi tidak terlalu terpengaruh dengan ramainya pengunjung,” tutur Dodo.
Guna menjamin aspek keselamatan publik selama musim liburan, Pokdarwis berkordinasi dengan jajaran Koramil, Polsek (Forkopimcam), Retana, Balawista, hingga Satpolairud untuk menyiagakan personel pengamanan pantai serta memasang media sosialisasi rawan kecelakaan laut.
“Pengamanan laut, spanduk peringatan, kebersihan, serta bantuan dari Retana, Balawista, dan Polairud sudah kami siapkan seperti biasa,” terangnya.
Menatap proyeksi jangka panjang, Dodo membeberkan bahwa sinergi lintas sektor terus diperkuat demi mematangkan cetak biru pembangunan infrastruktur Pantai Apra. Dalam waktu dekat, sejumlah proyek fisik penunjang aksesibilitas dijadwalkan mulai berjalan.
“Bulan ini rencananya akan dibangun jembatan, penambahan akses jalan, dan pengerasan jalan baru di area sebelah timur kawasan wisata,” urainya.
Dodo menegaskan bahwa peran aktif serta stimulus regulasi maupun anggaran dari pemangku kebijakan sangat krusial agar potensi destinasi wisata di Cianjur Selatan ini bisa terakomodasi secara maksimal dan cepat.
“Kalau hanya mengandalkan kelompok pengelola tentu akan sulit berkembang cepat. Perlu intervensi dan dukungan dari pemerintah maupun lembaga terkait agar fasilitas wisata semakin baik,” pungkas Dodo.





















