Wujudkan Ketahanan Pangan, Bumdesa Sukanagalih Gelar Panen Perdana Ubi di Bukit Angke dan Bidik Pasar Asia dan Eropa
CIANJURUPDATE.COM – Pemerintah Desa Sukanagalih bersama Badan Usaha Milik Desa (Bumdesa) Sukanagalih, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur sukses melaksanakan panen pertama program ketahanan pangan budidaya ubi pada Rabu, 4 Februari 2026.
Bertempat di area lahan produktif Bukit Angke, kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya penguatan ekonomi berbasis kemitraan pertanian.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Desa Sukanagalih, H. Dudung Djaenudin, Direktur Bumdesa Sukanagalih, M. Sofyan Muhtar, jajaran pengurus Bumdesa, Perangkat Desa, Babinmas, serta tokoh masyarakat setempat.
Kepala Desa Sukanagalih, H. Dudung Djaenudin, menyampaikan rasa syukur atas keberhasilan panen ini. Dirinya menilai tanaman yang subur dan hasil yang melimpah merupakan buah dari dedikasi tim di lapangan.
BACA JUGA: Ketua DPRD Cianjur Metty Triantika Serap Aspirasi Warga Desa Cikidang Bayabang
“Ini adalah bukti nyata bahwa kerja keras, kerja cerdas, dan hati yang ikhlas akan membuahkan hasil yang pantas. Saya berharap Bumdesa Sukanagalih benar-benar menjadi tulang punggung perekonomian desa dengan memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Desa (PADes) serta memberdayakan petani lokal kita,” ujarnya.
Direktur Bumdesa Sukanagalih, M. Sofyan Muhtar, S.E, menjelaskan bahwa pemilihan ubi sebagai komoditas utama didasarkan pada pertimbangan strategis. Menurutnya, ubi memiliki pasar yang sangat luas, pemeliharaan yang relatif mudah, dan sangat cocok dengan karakteristik lahan di area Cipanas dan Cianjur.
“Ubi memiliki potensi ekspor hingga ke Asia dan Eropa. Melalui program kemitraan ekspor, kami ingin meningkatkan kesejahteraan petani lokal secara nyata,” ungkap Sofyan.
Ia menyebut, dari total 4 hektar lahan yang dikelola, pembagiannya terdiri dari, 2 hektar budidaya Ubi dan Pepaya, 1 hektar Buncis Kenya, 1 hektar Jagung Hibrida dan komoditas lainnya.
BACA JUGA: Hujan Deras Picu Longsor di Campakamulya Cianjur, Belasan Rumah Rusak, Akses Jalan Lumpuh
“Untuk lahan ubi sendiri, Bumdesa menargetkan hasil panen sebesar 30 ton, dengan proyeksi 60% dari hasil tersebut memenuhi spesifikasi kualitas ekspor,” jelasnya.
Saat ini, program masih dikelola oleh tim kecil yang terdiri dari 8 orang (gabungan pengurus Bumdesa dan petani lokal) guna menjaga efisiensi anggaran. Sofyan menambahkan bahwa pihaknya sedang dalam tahap mematangkan sistem dan pola kerja.
“Setelah polanya terbentuk, kami akan melibatkan lebih banyak petani untuk memenuhi target ekspor ubi cilembu sebesar 10 ton per minggu. Begitu pula dengan komoditas lain seperti getah pepaya dan buncis kenya yang saat ini masih dalam fase penelitian dan pengembangan (R&D),” tutupnya.***



