Penanganan Banjir di Desa Jamali Dilakukan Secara Kolaboratif
CIANJURUPDATE.COM — Aparat gabungan bersama masyarakat bergerak cepat menangani dampak banjir yang merendam permukiman warga di Desa Jamali, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur. Sedikitnya 30 rumah milik 35 kepala keluarga (KK) terdampak akibat meluapnya air sungai di wilayah tersebut.
Kapolres Cianjur AKBP Ahmad Alexander Yurikho Hadi mengatakan, penanganan dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah desa, TNI, PMI, hingga relawan kebencanaan.
“Bukan hanya dari Polres, tetapi ada kepala desa, rekan-rekan dari Koramil, PMI, Tagana, BNPB, dan unsur lainnya. Semua bergerak bersama membantu masyarakat,” ujarnya di lokasi, belum lama ini.
BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Desa Jamali Cianjur, Puluhan Rumah Terdampak dan Jembatan Putus
Ia menjelaskan, bantuan yang diberikan difokuskan pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak, seperti makanan instan, minuman, serta beras yang tengah disalurkan ke lokasi.
Selain itu, pemerintah desa juga telah membentuk dapur darurat untuk mendukung distribusi bantuan kepada warga.
“Alhamdulillah sudah dibentuk dapur sementara sebagai pusat bantuan. Ini sangat membantu dalam penanganan cepat di lapangan,” katanya.
BACA JUGA: Banjir Bandang Terjang Batulawang Cipanas, 15 Rumah Warga Terdampak
Banjir tersebut terjadi akibat luapan sungai yang berada tidak jauh dari permukiman. Menurutnya, peningkatan debit air dipicu oleh hujan di wilayah lain, meski di lokasi kejadian tidak turun hujan.
“Dari keterangan di lapangan, tidak harus hujan di sini. Kalau di hulu hujan, debit air meningkat dan berdampak ke wilayah ini,” jelasnya.
Dalam penanganan jangka pendek, petugas bersama warga melakukan pembersihan material sisa banjir serta membantu memilah barang-barang milik warga yang masih bisa digunakan.
BACA JUGA: Polisi Lakukan Olah TKP, Kejar Terduga Pelaku Percobaan Pencurian Bersenpi di Toko Servis HP Cianjur
“Kami lakukan apa yang bisa dilakukan sekarang, mulai dari pembersihan hingga penyaluran bantuan,” ujarnya.
Sementara untuk penanganan jangka panjang, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk melakukan pengerukan sungai yang dinilai sudah dangkal, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan.
“Ke depan, kami akan dorong pengerukan sungai agar kapasitasnya kembali normal dan dapat mengurangi risiko banjir,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan pembersihan akan dilanjutkan pada keesokan harinya dengan melibatkan seluruh unsur terkait melalui apel bersama dan pembagian tugas di lapangan.
“Besok pagi kita lanjutkan dengan apel dan pembagian tugas, agar penanganan bisa lebih maksimal dan masyarakat segera terbantu,” pungkasnya.***





















