Terekam CCTV, Anak Pesantren Diduga jadi Korban Tabrak Lari di Jalur Rancagoong–Pasirhayam
CIANJURUPDATE.COM — Sebuah rekaman kamera pengawas (CCTV) berdurasi 39 detik merekam peristiwa kecelakaan lalu lintas yang diduga tabrak lari di sebuah pertokoan di jalur Rancagoong–Pasirhayam, Kabupaten Cianjur, pada Rabu, 29 Januari 2026, sekitar pukul 22.34 WIB.
Korban diketahui berinisial AM, seorang santri yang saat itu tengah mengikuti kegiatan keagamaan.
Berdasarkan keterangan keluarga, kejadian bermula ketika korban bersama empat temannya berjalan menuju masjid yang berada di sebelah pesantren di Kampung Pasantren, wilayah Ciajag, untuk menghadiri acara Rajaban.
BACA JUGA: Diduga Korban Tabrak Lari, Kerabat Kades Sindangjaya Tewas di Tempat
Orang tua korban, Dede Rusmana, saat dikonfirmasi Cianjur Update melalui sambungan telepon, mengungkapkan bahwa dirinya menerima informasi dari pihak pesantren sekitar pukul 23.20 WIB saat sedang berada di rumah.
“Saya dapat kabar dari pesantren, katanya anak saya tertabrak. Waktu itu saya kaget dan langsung bertanya bagaimana kondisinya. Mereka bilang sabar, kondisi anak saya luka berat,” ujar Dede.
Menurut penuturan Dede, sepulang dari acara Rajaban, korban berjalan bersama empat rekannya menuju pesantren. Namun, korban berada di posisi paling belakang rombongan.
BACA JUGA: Polisi Ungkap Identitas Pelaku Duel di Sindangbarang, Korban Patah Kaki Sengaja Ditabrak
“Katanya anak saya paling belakang jalannya, lalu tertabrak. Mobilnya tidak terlihat, karena yang ada di lokasi fokus menolong anak saya,” katanya.
Dede juga menyampaikan bahwa dirinya belum sempat mendatangi pesantren dan hanya mendapatkan informasi dari anak-anak pesantren serta pihak kepolisian. Rekaman CCTV yang beredar juga telah diterima oleh pihak keluarga.
“Dari pihak kepolisian sudah ada CCTV yang dikirim ke HP saya, tapi katanya hasilnya tidak jelas, terutama kendaraan yang paling dekat,” jelasnya.
BACA JUGA: Kalah Duel Lalu Kabur, Siswa SMA di Sindangbarang Cianjur Ditabrak Motor Lawan hingga Patah Tulang
Ia mengaku sempat dipanggil oleh pihak kepolisian untuk dimintai keterangan terkait kejadian tersebut. Namun demikian, Dede menyatakan keikhlasannya apabila peristiwa tersebut tidak dapat diungkap secara jelas.
“Kalau memang hasil CCTV tidak bisa membuktikan dan pelakunya tidak jelas, saya mengikhlaskan,” tuturnya, pada Kamis (5/2/26).
Setelah menerima kabar duka tersebut, Dede langsung bergegas menuju Rumah Sakit Sayang Cianjur. Namun setibanya di rumah sakit, korban telah dinyatakan meninggal dunia dan berada di ruang jenazah.
BACA JUGA: Mobil Carry Tabrak Tiang Telepon di Cianjur, Pengemudi Luka-luka
“Waktu saya sampai di rumah sakit, anak saya sudah tidak bernyawa,” ucapnya lirih.
Jenazah korban kemudian disemayamkan di sekitar Kampung Pasir Ipis, Desa Sukamulya kecamatan Cugenang.
Hingga saat ini, pihak keluarga mengaku belum berkomunikasi atau bertemu dengan pengelola maupun kepala sekolah pesantren karena yang bersangkutan disebut masih menjalankan ibadah umrah.***



