Berita

Diduga Tak Urus Izin, Gudang Telur di Cianjur Picu Keluhan Bau Menyengat

CIANJURUPDATE.COM – Warga mengeluhkan bau menyengat yang diduga berasal dari aktivitas sebuah perusahaan pengemasan telur di Kampung Sabandar Hilir, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Cianjur.

Keresahan tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh pemerintah desa, dengan melakukan pengecekan ke lokasi dan berencana melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan, Kamis 23 April 2026.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, gudang telur tersebut memang bau telur busuk, apalagi jika hujan, baunya sangat menyengat. Warga juga sudah lapor ke RT dan RW terkait masalah tersebut.

BACA JUGA: Pria Paruh Baya di Bojongherang Meninggal, Baru Ketahuan Warga Setelah Tiga Hari Tercium Bau Busuk

“Warga sudah mengeluh terkait masalah itu, telah lapor juga ke RT dan RW terkait masalah bau tersebut,” kata dia.

Di belakang gudang tersebut, lanjutnya, terdapat madrasah yang memang kerap tercium warga dengan bau telur busuk.

Sementara itu, Kepala Desa Bojong, Handoko, mengatakan pihaknya baru mengetahui persoalan itu setelah menerima laporan dari masyarakat.

BACA JUGA: Dikira Bau Kentut, Warga Ciranjang Kaget Temukan Mayat Membusuk

Secara administratif, kata dia, perusahaan gudang itu belum pernah mengurus perizinan ke pemerintah desa.

“Secara legalitas dan perizinan, desa belum mengetahui. Kami baru tahu setelah ada laporan dari perwakilan warga. Setelah dikonfirmasi ke Pak RW, aktivitas ini ternyata sudah berjalan cukup lama,” ujar Handoko.

Ia menambahkan, pihak RW setempat sebelumnya telah memberikan teguran kepada pengelola usaha terkait dampak yang ditimbulkan terutama polusi bau yang dirasakan warga.

BACA JUGA: Beras BPNT di Desa Cikancana Berwarna Kuning dan Bau Menyengat

Berdasarkan hasil pengecekan di lokasi, sumber permasalahan diduga berasal dari pengelolaan limbah berupa residu atau telur busuk yang tidak segera dibuang, sehingga menimbulkan bau tidak sedap.

“Permasalahan utamanya ini karena residu tidak cepat dibuang, sehingga diendapkan dan menimbulkan bau,” ujarnya.

Keluhan warga semakin menguat, ketika aktivitas tersebut mengganggu kenyamanan lingkungan, termasuk saat kegiatan masyarakat seperti pengajian anak-anak.

BACA JUGA: Mayat Perempuan Berdaster Merah Ditemukan Membusuk di Sungai Cisarua Cipanas

Untuk menindaklanjuti hal itu, pemerintah desa akan memperketat pengawasan bersama aparat wilayah setempat, serta segera melayangkan surat resmi kepada pihak perusahaan agar melakukan pembenahan, baik dari sisi administrasi maupun pengelolaan limbah.

“Nanti pengawasan akan terus dilakukan oleh Pak RW dan RT. Kami juga akan bersurat resmi ke pihak perusahaan agar lebih tertib, baik administrasi maupun pengelolaannya,” kata Handoko.

Ia menegaskan, selama ini tidak ada laporan yang masuk ke desa karena keterbatasan intensitas kontrol. Namun, pihaknya mengapresiasi respon cepat masyarakat dalam melaporkan permasalahan tersebut.

BACA JUGA: Geger Penemuan Mayat Membusuk Dimakan Biawak di Sungai Agrabinta

“Alhamdulillah, kontrol sosial dari masyarakat cukup cepat sehingga kami bisa segera mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan,” ucapnya.

Handoko berharap pihak perusahaan segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut, terutama dalam hal pembersihan limbah, sehingga tidak menimbulkan dampak lebih luas bagi kesehatan dan lingkungan warga.

“Ini bukan untuk memperkeruh keadaan, tapi untuk perbaikan bersama. Kita butuh pengusaha untuk lapangan kerja, tapi mereka juga harus memperhatikan lingkungan sekitar,” tambahnya.

BACA JUGA: Penemuan Mayat di Cipanas, Seorang Nenek Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Pihak penanggung jawab pengelola pengemasan telur, Endang mengatakan, pihaknya mengakui bahwasanya memang ada kendala seperti bau dari telur yang sudah lama dari peti pembeli.

“Iya betul kita mengakui, pihak kita juga sudah usahakan agar tidak membuat bau keluar tapi kemungkinan kondisi cuaca,” kata dia.

Ia juga menyebut untuk pengemasan telur sudah berjalan namun dari perizinan belum ditempuh.

“Sudah berjalan, namun belum ditempuh. Saya akan coba komunikasi dengan pemilik usaha ini agar secepatnya dilakukan perbaikan. Kalau tempat gudang ini kami memamg sewa,” pungkasnya.***

Editor: Dadan Suherman

TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
PlayPause
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-8
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-7
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-4
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-3
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-5
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-9
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-2
TeamworkmakesthedreamworkMelepaspenatdarirutinitaskantordenganfungamesditengah-6

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Back to top button

Nikmati berita tanpa iklan berlebih. Dukungan Anda memastikan kami tetap jujur, berani, dan independen demi kepentingan publik di Cianjur.

  • Mendukung Jurnalisme Kritis & Independen
  • Menjaga Website Tetap Minim Iklan
  • Donasi Seikhlasnya Tanpa Nominal Paksaan